Pegadaian Surabaya Tawarkan Konsinyasi Emas

 

Pegadaian Surabaya Tawarkan Konsinyasi Emas

PT Pegadaian (Persero) membuat terobosan baru untuk menarik nasabah. Kantor Wilayah (Kanwil) PT Pegadaian Surabaya mulai menerapkan sistem konsinyasi emas kepada masyarakat.

Sistem ini telah diterapkan di Jakarta setahun silam, karena animo masyarakat tinggi maka sistem konsinyasi dilebarkan ke daerah seperti Kota Surabaya.

Untuk mengenalkan sistem ini, Pegadaian melakukan sosialisasi dengan media partner Sindo Radio dengan tema ‘Cara Ampuh Investasi Emas’ di Hotel Oval Jalan Diponegoro, Surabaya, Rabu (14/5/2014).

“Program ini baru tiga bulan di Surabaya. Kami yakin akan memiliki dampak kedepan,” kata Deputi Bisnis Surabaya I Hakim Setiawan.

Hakim mengatakan, selama ini memang belum banyak masyarakat yang memakai sistem ini. Tetapi, jika dilakukan pemahaman terhadap pengertian konsinyasi maka sistem akan memiliki dampak dari nasabah. Sebab, sistem ini mengedepankan bagi hasil alias sistem syariah yang terus berkembang.

Dalam ketentuannya, ujar dia, setiap nasabah yang mengikuti sistem ini akan mendapatkan keuntungan sebesar 1/3. Sedangkan Pegadaian memperoleh 2/3 dari hasil konsinyasi. Artinya, nasabah maupun pegadaian bisa mendapatkan keuntungan tersebut jika emas batangan yang dititipkan laku.

“Catatan yang penting, emas batangan yang di konsinyasikan dibeli dari Pegadaian, bukan dari luar,” ujar dia.

Untuk pembagiannya, Pegadaian terlihat mendapatkan jumlah yang cukup besar, karena Pegadaian yang bertanggung jawab atas emas yang dititipkan. Selain itu, Pegadaian juga bertanggung jawab atas keamanan serta operasional dalam penjualan. Namun, pembagian yang ada dirasa sudah cukup dan saling menguntungkan.

Pegadaian, lanjut Hakim, akan menerapkan sistem keadilan. Artinya, nasabah yang menitipkan emasnya terlebih dulu, mereka yang memiliki kesempatan lebih awal mendapatkan keuntungan jika laku. Sedangkan emas yang laku, Pegadaian akan mengganti dengan yang baru dan dibuat dari Jakarta. “Artinya emasnya kan tetap utuh. Sedangkan keuntungan mengalir,” paparnya.

Untuk Surabaya, Pegadaian yang sudah menjalankan sistem ini ada empat, yakni Pegadaian Dinoyo, Jemursari, Mulyosari, dan Blauran. Jumlah tersebut akan bertambah karena Pegadaian memiliki komitmen untuk melayani nasabah dengan baik. Apalagi, Pegadaian terus melakukan perubahan supaya bisa bersaing dengan pihak-pihak lain.

Konsultan Investasi Emas, Rully Kustandar mengatakan, prospek Jawa Timur untuk menerima sistem konsinyasi sangat terbuka lebar. Sebab, Jatim memiliki potensi perekenomian yang sangat baik dibanding daerah-daerah lain. Dengan begitu, kesadaran untuk berinvestasi akan lebih baik dibanding daerah lain di Indonesia.

“Investasi ini sangat menguntungkan. Kita punya emas, jika laku akan mendapatkan keuntungan dan ganti emas,” katanya.

Memang, setelah emas laku maka nomor seri akan berganti karena akan mendapatkan emas batangan yang berbeda. Untuk investasi emas, dipastikan akan terus mengalami keuntungan. Pasalnya, nilai emas tidak akan turun, hanya nilai rupiah yang terus mengalami penurunan terus menerus. (wh)