Pegadaian Surabaya Target Salurkan Pembiayaan Rp 14,2 T

Pegadaian Surabaya Target Salurkan Pembiayaan Rp 14,2 T

Perum Pegadaian Wilayah Surabaya menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp14,2 triliun sepanjang 2014. Jumlah ini  naik sekitar 30-35 persen dari realisasi pembiayaan tahun lalu yang mencapai Rp11,3 triliun.

Pemimpin Wilayah Perum Pegadaian Surabaya Agus Priabodo mengatakan realisasi penyaluran pembiayaan sampai kuartal I/2014 mencapai 28 persen dari  target. “Melihat tren penyaluran pembiayaan dari bulan ke bulan yang terus naik, saya optimistis target tersebut bisa tercapai,”  kata Priabodo di sela-sela Gebyar Layanan Delima Remmitance Cash to Cash di Malang, Minggu (11/5/2014).

Deputi Bisnis Perum Pegadaian Surabaya I Hakim Setiawan menambahkan non performing loan (NPL) dari pembiayaan perusahaan tersebut terjaga kecil, yakni 3 persen.

Namun, dia tidak khawatir dengan NPL yang tinggi karena  barang yang digadaikan nasabah cukup likuid, yakni emas perhiasan dengan proporsi 97 persen pada 2013 dan sisanya barang gudang.

Tahun ini, kebijakan dari perusahaan agar proporsi barang yang digadaikan untuk barang gudang ditingkatkan menjadi 7 persen. Meski demikian, proporsi emas masih banyak.

Terkait dengan penggunaan dana nasabah dari gadai, terutama untuk kegiatan produktif, yakni membiayai kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan proporsi 70 persen, selanjutnya pendidikan 15 persen dan lainnya 15 persen.

Di tengah tahun politik, menurut dia, pembiayaan Pegadaian Jatim diproyeksikan akan tetap tumbuh signifikan.

Hal itu terjadi karena nasabah cukup loyal terhadap pegadaian. Lagi kebanyakan nasabah dari perusahaan merupakan nasabah UMKM sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap dampak politik dan ekonomi nasional, regional, maupun lokal.

Selain itu, dia mengklaim, bunga yang ditetapkan Pegadaian masih kompetitif bila dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya.

Bahkan untuk pengusaha yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang, 3 tahun, ada produk pembiayaan Fidusia.

Nasabah yang membutuhkan pembiayaan lewat produk tersebut, maka cukup, menyerahkan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dapat menerima pembiayaan maksimal Rp100 juta dengan bunga 1 persen/bulan flat.

Sedangkan untuk produk konvensional, bunga dipatok 0,75 persen-1,15 persen/bulan efektif dengan masa tenor 4 bulan dan bisa diperpanjang.

Dengan bunga sebesar itu, maka dia optimistis, Perum Pegadaian masih bisa bersaing dengan dengan lembaga pembiayaan, termasuk bank, karena selisih bunganya tidak terlalu terpaut jauh.

Karena alasan itulah, maka target pembiayaan sebesar Rp14,2 trilun sepanjang 2014 diproyeksikan dapat tercapai meski dalam situasi ekonomi dan politik yang tidak terlalu kondusif bagi bisnis. (bns/ram)