Pegadaian Luncurkan Gadai Gadget

 

Pegadaian Luncurkan Gadai Gadget

Tingginya segmen pasar mahasiswa yang mencapai 8 persen secara nasional membuat PT Pegadaian (persero) langsung menyiapkan langkah strategis. Salah satunya dengan meluncurkan produk baru, yakni gadai gadget yang sudah diterapkan di sejumlah kota.

Pegadaian Wilayah Surabaya mulai hari ini (12/10/2014), akan memerkenalkan produk serupa di semua outlet. Deputy Business Surabaya I Hakim Setiawan mengatakan, potensi pembiayaan untuk kalangan mahasiswa cukup besar.

“Ada beberapa pertimbangan mengapa kami membuka kembali gadai gadget, yang sudah lama ditutup. Salah satunya, banyak mahasiswa yang dipastikan memiliki gadget,” tegasnya.

Menurut dia, tidak ada perilaku spesial atau harus menunjukkan kartu mahasiswa bagi nasabah dari lingkungan kampus.

Hakim menambahkan, jenis gadget ini kategori barang gudang dan tidak hanya smartphone dan tablet yang diterima. Pihak Pegadaian juga menerima kamera dan laptop yang masih memiliki nilai. Pegadaian telah menunjuk tim untuk menaksir harga yang disodorkan nasabah.

Secara value barang elektronik tersebut akan mengalami penurunan harga setelah tiga atau empat bulan berlalu. “Kami sudah mengantisipasi segala kemungkinan, untuk itu kita sudah menunjuk juru taksir. Biasanya harga yang kita tawarkan 50 persen dari harga pasar,” jelasnya.

Hakim belum bisa memberi proyeksi untuk pasar mahasiswa. Pihaknya hanya menargetkan setiap outlet diharapkan bisa mendapatkan dua transaksi gadget dari mahasiswa. “Sebetulnya tidak hanya mahasiswa saja, untuk gadget ini untuk semua. Tetapi pasar tertinggi memang masih mahasiswa, dan kami belum bisa memprediksi tahun depan karena program baru,” tutupnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang Mulyosari, Suhartoyo membenarkan bila kelompok mahasiswa memiliki perilaku saving jelang akhir bulan. Itu dilakukan ketika mereka terlambat mendapat kiriman uang dari orang tuanya dari luar pulau.

“Sejauh ini kontribusi gadget dari mahasiswa mencapai 10 persen dari omzet, atau setara dengan Rp6 miliar untuk cabang Mulyosari dan Rp2 miliar di Keputih,” ungkap Suhartoyo kepada wartawan, Sabtu lalu. Dia menegaskan penekanannya bukan dari omzet yang dikejar Pegadaian Mulyosari, tetapi mengambil nasabah sebanyak mungkin.

Pegadaian Jawa Timur memberi kontribusi terhadap pendapatan nasional sebesar 12 persen atau setara dengan Rp14 triliun pertahun. Sedangkan target outstanding loan (OSL) tahun ini diprediksi mencapai Rp3,8 triliun. (wh)