Pegadaian Jatim Bidik Pebisnis Kelas Menengah

Pegadaian Jatim Bidik Pebisnis Kelas Menengah

Guna meningkatkan pendapatannya PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) XII Jatim terus melakukan inovasi program. Dan saat ini giliran kalangan pebisnis menengah ke atas yang dibidik dengan nilai gadai di atas Rp 300 juta lewat program tarif gadai di bawah 1 persen.

“Program tarif gadai untuk bisnis ini ada dua macam. Pertama, kredit nilai Rp 300-500 juta, tarif gadainya 0,875 persen per 15 hari. Kedua, kredit diatas Rp 500 juta, dengan tarif gadai 0,775 persen per 15 hari,” kata Deputi Bisnis I PT Pegadaian Kanwil XII, Hakim Setiawan, Selasa (25/11/2014).

Hakim menjelaskan untuk skemanya masih sama dengan sistem gadai konvensional dan syariah. Barang yang bisa digadai meliputi perhiasan emas, emas mulia, dan mobil dengan waktu maksimal gadai adalah empat bulan. Biaya administrasi Rp 100.000 dan proses persetujuan yang kurang dari 15 menit.

“Kami juga ingin portofolio kami ada dari kalangan menengah ke atas. Karena memang sebelum adanya program ini, layanan kami mayoritas dari kalangan menengah ke bawah, dengan ditunjukkan nilai gadai yang dilakukan konsumen masih dibawah Rp 300 juta,” jelas Hakim.

Selama ini, jumlah pegadai dengan nilai taksir dan pinjaman di atas Rp 300 juta, masih sangat kecil. Bahkan, menurut Hakim, masih kurang dari 1 persen.

“Tapi kami optimis akan meningkat. Program ini sendiri, sementara masih dtawarkan hingga 31 Desember 2014, setelahnya akan dievaluasi, dan bila potensinya masih luas akan dilanjutkan di tahun 2015,” jelas Hakim.

Saat ini, belum ada ukuran pasti berapa pegadai dari menengah ke atas dan menengah kebawah di PT Pegadaian. Karena memang dasarnya belum dipastikan. Kecuali dari nilai, yang sementara menjadi ukuran, dimana gadai dengan nilai Rp 300 juta ke atas termasuk kalangan menengah ke atas, dan sebaliknya, dibawah Rp 300 juta, menengah ke bawah.

Sementara untuk mendukung program ini, Humas PT Pegadaian Kanwil XII Rita Helmi menambahkan, pihaknya sudah memiliki gudang yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan produk gadai menengah ke atas ini.

“Semua outlet di Jatim bisa menerima gadai di program ini. Gudang penyimpanan juga sudah kami siapkan dan pastikan keamanannya,” jelas Rita.

Dikatakan Hakim, program ini diharapkan bisa mendukung target pencapaian pendapatan PT Pegadaian Kanwil IX hingga akhir tahun 2014 sebesar Rp 3,168 triliun. Hingga akhir Oktober 2014 telah tercapai sebesar Rp 2,915 triliun. Sementara di tahun 2013 lalu, periode yang sama mencapai Rp 2,654 triliun, dan diakhir tahun 2013 mencapai Rp 2,663 triliun. (kmf/wh)