Pedagang Pasar Turi Dititipkan PT KAI

Pedagang Pasar Turi Dititipkan PT KAI
Pedagang pasar Turi Surabaya saat demo beberapa waktu lalu.

Malang nian nasib para pedagang Pasar Turi III. Pasalnya, pasca pasarnya terbakar pertengahan 2012 silam, nasib mereka makin tak  jelas. Ini menyusul  kebijakan Pemkot Surabaya yang menitipkan mereka kepada PT KAI selaku pemilik lahan.

Para pedagang ini dititipkan kepada PT KAI karena lahan seluas 1,6 hektar yang ditempati Pasar Turi III memang milik PT KAI. Pemkot Surabaya tak berhak menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan.

“Dulu terkait para pedagang pasar turi III ini sudah kami bahas dengan DPRD Surabaya. Ada dua opsi yang diberikan kepada pedagang. Pertama, pedagang akan direlokasi ke tempat baru. Kedua, pedagang tetap berada di lokasi tersebut yang artinya berada di lahan PT KAI. Akhirnya pedagang memilih opsi kedua,” ujar Widodo.

Setelah pedagang mengambil opsi kedua, Pemkot Surabaya lantas menitipkan mereka kepada PT KAI. Harapannya agar saat PT KAI membangun lagi pasar turi III, mereka mendapat prioritas untuk menempati stan yang disediahkan.

Widodo juga berharap kepada PT KAI agar memprioritaskan pembangunan pasar di lahan tersebut, bukan untuk keperluan lainnya. “Lahan di tempat itu hendaknya tetap dipakai untuk pasar. Jika akan digunakan untuk kepentingan lainnya , Pemkot tidak akan memberikan izin,” katanya.

Terkait hal ini  Humas PT KAI Daop VIII Sumarsono mengaku belum tahu rencana ke depan terhadap lahan eks pasar turi III ini. Sebab untuk menentukannya menjadi kewenangan direksi pusat. “Sampai saat ini bekas bangunan pasar turi III belum dibongkar Pemkot Surabaya. Kami sudah minta untuk segera dibongkar, tapi belum dilaksanakan,” katanya.

Sumarsono mengakui  untuk pembangunan pasar turi lagi sudah ada investor yang tertarik untuk membangunnya. Namun belum ditentukan karena lelang belum dilakukan.

Untuk pembongkaran bekas bangunan pasar turi III,  Noer Oemariyati Kabag Perlengkapan Kota Surabaya mengaku sudah berupaya melakukannya. DPRD Surabaya yang disurati mengatakan jika itu kewenangan Pemkot Surabaya. Kini pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari kabag Hukum Pemkot Surabaya.

Di lokasi saat ini pasar turi III sudah tak bisa digunakan aktifitas sama sekali. Bahkan di bangunan itu kini dijadikan untuk pembuangan sampah sehingga kelihatan sangat kumuh. (wh)