Pedagang Desak Pemkot Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Pedagang Desak Pemkot Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya didesak bertindak cepat untuk menyelesaikan kasus Pasar Turi. Tidak hanya mensomasi, tapi juga melakukan langkah hukum atas PT Gala Bumi Perkasa (GPB) selaku investor Pasar Turi.

Usulan ini ditegaskan Koordinator Pedagang Pasar Turi, H. Syukur. Menurut dia, selama ini pihaknya menunggu langkah konkret Pemkot Surabaya dengan segera memejahijaukan PT GPB.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya. Tapi selagi menunggu somasi itu, selayaknya Pemkot juga mengambil langkah hukum. Ini kita juga melakukan hal demikian,” katanya saat ditemui enciety.co, Kamis (5/2/2015).

Terpisah, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan langkah somasi ini ditempuh sebagai bagian dari rencana Pemkot Surabaya untuk membawa PT GBP ke ranah hukum. Karena perjanjian kontrak tidak kuat, akhirnya pemkot memilih untuk melakukan perjanjian tambahan berupa addendum baru.

“Kemarin sudah dikirimkan oleh kuasa hukum Pemkot Surabaya. Kami tidak hapal isi somasi itu. Itu kan ranah hukum saya tidak tahu detailnya, tapi yang jelas intinya agar investor bertindak lebih baik lagi,” katanya.

Dijelaskan Hendro, dengan dilayangkanya surat somasi tersebut bukan berarti menghentikan kegiatan di Pasar Turi. Apalagi sampai menyebabkan terjadinya status quo. Ini dikarenakan somasi tersebut sifatnya sekedar peringatan kepada investor.

“Jadi, somasi itu kami harap tidak mempengaruhi pedagang yang sudah mulai jualan. Kami tidak ingin pedagang merugi. Karena somasi hanya keinginan Pemkot untuk perbaikan oleh investor,” tandasnya. (wh)