Pebisnis Tak Usah Cari Kegalauan Politik Pemerintah

Pebisnis Tak Usah Cari Kegalauan Politik Pemerintah
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya. foto:arya wiraraja/enciety.co

Perlambatan ekonomi yang terjadi di semua negara harus bisa disikapi secara baik oleh pemerintah dan pebisnis. Perlambatan ekonomi sendiri berbeda dengan krisis ekonomi karena di dalam perlambatan perekonomian secara fundamental negara Indonesia masih kuat dan cadangan devisa masih relatif aman.

“Masyarakat atau pelaku usaha harus berinisiatif agar bisnisnya tidak mati dan mengurangi risk. Karena yang disebut pebisnis harus menyejahterakan stakeholder-nya,” tegas Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (25/9/2015).

Dijelaskan dosen statistika ITS Surabaya ini, masyarakat pelaku usaha harus terus berusaha untuk mencari cara agar bisnisnya terus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Kresnayana juga mengingatkan agar pebisnis atau pengusaha jangan mencari-cari kegalauan politik pemerintahan. “Carilah cara kreatif agar negara dapat menyesuaikan. Tahun 2016, bila berhati-hati maka akan selamat,” ujar dia.

Sudah lama pengusaha di Indonesia dibuaikan dengan keadaan yang nyaman. Dan kini tibalah waktunya agar bisa terus berusaha dengan memikirkan inovasi yang baru.

Bisnis sendiri harusnya realistis dan pelakunya harus memikirkan strategi yang tepat. Beruntung di Kota Surabaya dan sekitarnya daya beli turun tetapi pekerjaan masih ada. Contohnya adalah barang yang biasa dijual di tanah Jawa, pengusaha bisa menjajaki menjual produknya ke luar pulau seperti Sulawesi dan Papua. Karena di kedua provinsi ini, perekonomian tumbuh hingga 7 persen.

“Jangan hanya jual di Jawa saja. Indonesia Timur masih luas. Mereka masih menyediakan ruang bagi pebisnis lokal untuk memperluas jaringan bisnisnya,” tutur dia. (wh)