PE Surabaya: Warga Pakal Berjuang Ciptakan Kreatif Industri

PE Surabaya: Warga Pakal Berjuang Ciptakan Kreatif Industri
Peserta Pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Pakal, Jumat (26/9/2014)

Hari pertama pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya 2014, warga kecamatan Pakal kian mantap menjadi pengusaha Home Industry (HI), Creatif Industry (CI), dan Culiner Business (CB).

Seperti yang terlihat, Jumat (26/9/2014) siang ratusan warga tampak berjibun di kantor kecamatan Pakal. Dimulai dengan pelatihan CB membuat nasi kotak, sedikitnya 47 ibu-ibu tampak antusias mendengarkan pelatihan yang dipandu oleh Cheef dari Surabaya Hotel School (SHS), Sukriyanto.

“Intinya kali ini kita kenalkan cara memanfaatkan keterampilan memasak mereka. Karena hampir seluruh ibu-ibu biasanya pintar memasak, jadi lebih baik digunakan untuk menciptakan peluang bisnis di bidang kuliner,” tuturnya.

Peserta yang didominasi kalangan ibu rumah tangga itu tampak antusias untuk memelajari cara mengolah keterampilan. Selain itu, manajemen pemasaran dan penciptaan brand kepada konsumen.

Di satu sisi, puluhan peserta lainnya juga dilatih untuk belajar mengolah ikan bandeng dan abon bandeng. “Ini bisa dimanfaatkan warga sebagai peluang home industry. Karena itu, kami ajarkan cara mengolah bandeng yang baik,” terang Cheef SHS, Joko Budi S kepada enciety.co.

Menurut Joko pasar abon bandeng juga terbuka lebar. “Pesertanya ini cukup banyak, yakni mencapai 65 warga yang ikut pelatihan,” katanya.

Bagi warga yang berniat menekuni bisnis CI, PE Surabaya 2014 juga memberi kesempatan warga yang ingin belajar memproduksi baju modifikasi.

Dilatih Ninik Made, pelaku UMKM Sanggar Ina yang sukses menjadi pengusaha kreatif industri, mengaku baju modifikasi saat ini sedang tren. “Jadi peluangnya akan lebih besar,” cetusnya.

Sebelum mendapatkan pelatihan, terlihat ratusan ibu-ibu itu juga mendapatkan pelatihan dari Viva tentang tata cara merias wajah dengan baik dan benar. Di antaranya cara membuat alis mata, make up yang tidak berlebihan, dan cara mengenakan lipstik yang sesuai dengan aktivitas masing-masing warga.(wh)