PE Surabaya: Warga Benowo Dibekali Olah Kain Perca

PE Surabaya: Warga Benowo Dibekali Olah Kain Perca
Warga Benowo mengikuti pelatihan tas aplikasi di kantor kecamatan Benowo, Jumat (10/10/2014).

Tidak hanya ahli dalam hal mengolah dan mendaur ulang sampah, warga Benowo Surabaya juga dibekali keterampilan unik mengolah kain perca. Itu dilakukan saat mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 di Kantor Kecamatan Benowo, Jumat (10/10/2014).

Meski baru belajar, puluhan peserta yang didominasi ibu rumah tangga itu tampak telaten belajar menjahit satu demi satu potongan kain menjadi karya creative industry (CI). Mereka juga terlihat tidak malu untuk bertanya pada instrukturnya.

“Tas aplikasi sendiri adalah gabungan dari berbagai bahan daur ulang yang bisa dijual. Satu di antaranya memanfaatkan kain perca dari,” terang Lina Maleha, instruktur sekaligus pemilik UMKM Ninako Surabaya.

Menurut Lina, cara membuat tas aplikasi sebenarnya mudah. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan dan kreativitas tinggi untuk merangkai kain menjadi bunga-bunga agar enak dilihat.

“Sebenarnya kan mudah. Tinggal beli kain perca atau potongan kain di penjahit terdekat, lalu pisahkan setiap kain sesuasi jenis warnanya,” ajarnya.

pahlawan-ekonomi-benowo

Setelah pilih objek yang dipilih untuk dihiasi. Misalnya tas, dompet, korden, atau taplak meja. Setelah itu jahit menggunakan kain perca sesuai selera.

“Nanti bisa dibentuk bunga-bunga, gambar rumah, gambar boneka dan lain sebagainya sesuai selera,” katanya.

Lina menyarankan agar hasil rangkaian tas aplikasi lebih indah dan mudah dipasarkan, maka diimbau proses pembuatannya dibantu alat bordir dan kejelihan mengonsep gambar.

Setelah mengikuti latihan lebih dari dua jam, puluhan ibu-ibu itu mengaku akan menerapkan kebolehannya dalam menjahit potongan kain untuk bisa digunakan sebagai lahan berbisnis. (wh)