PE Surabaya: Warga Asemrowo Ramu Mente Krispi jadi Lahan Bisnis

PE Surabaya: Warga Asemrowo Ramu Mente Krispi jadi Lahan Bisnis
Warga Asem Rowo mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya, Kamis (23/10/2014).

Menciptakan lahan bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan keuletan, bahkan harus jatuh bangun untuk meraih sebuah keberhasilan berbisnis. Seperti dilakukan warga Asemrowo Surabaya yang telaten untuk belajar membuat mente krispi.

Sedikitnya 60 warga Asemrowo tampak antusias untuk mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) 2014, Kamis (23/10/2014). Selain membutuhkan kesabaran, para pengusaha pemula yang didominasi ibu rumah tangga itu harus belajar membuat mente krispi yang enak.

“Ini baru kali pertama saya belajar buat mente krispi mas. Gampang-gampang susah sih,” aku Rodiyah, satu di antara peserta pelatihan PE 2014.

Menurut dia, pilihan mente krispi sebagai ladang bisnis home industry (HI) sangat menjanjikan. Ini karena cara membuatnya cukup mudah dan bahan yang dibutuhkan sederhana. Hanya saja, dia harus belajar menyesuaikan kualitas, harga, dan permintaan konsumen.

“Mente itu kan mahal, saya pengennya bisa diganti dengan kacang tanah saja. Kan itu murah, juga bisa dibuat jadi krispi juga,” katanya.

Instruktur dari Surabaya Hotel School, Christine, pun menjelaskan bahwa mente krispi ini bisa digunakan untuk bahan baku lainnya semacam kacang tanah.

“Bisa digunakan dengan itu, bahannya juga bisa dipadu-padankan sesuai dengan selera, dan konsumen nantinya,” kata dia.

Christine menurturkan, cara membuat mente krispi sangat mudah. Semua ibu rumah tangga dijamin bisa melakukannya di rumah. Ini karena bahan bakunya yang mudah didapat dan tidak asing.

“Tahap pertama, rebus santan dengan garam sampai mendidih kemudian matikan kompor dan masukkan mente. Tiriskan, lalu kocok telur, madu, dan gula halus lalu campurkan dengan mente,” ceritanya.

Setelah itu campurkan tepung terigu, maizena, baking powder dengan mente yang telah dilumuri telur dan madu. Terakhir goreng mente sampai kuning kecoklatan. “Kemudian tiriskan dan siap dipasarkan,” cetusnya. (wh)