PE Surabaya: Ubah Sampah Organik jadi Creative Industry

PE Surabaya: Ubah Sampah Organik jadi Creative Industry
Wayan S Kardha Mastoer saat memberikan pelatihan bunga kering untuk warga Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 di Kelurahan Simomulyo Surabaya, Rabu (8/10/2014).avit hidayat/enciety.co

Tidak hanya bermanfaat untuk kompos, sampah organik ternyata bisa digunakan sebagai lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Hal itu diungkapkan Pimpinan UMKM Semi Indah Dried Flowers, Wayan S Kardha Mastoer saat memberikan pelatihan bunga kering untuk warga Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 Surabaya.

Menurut perempuan jebolan Universitas Indonesia (UI) itu, banyak sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis creative industry (CI). Satu di antaranya bunga kering, perhiasan, dan manik-manik yang biasa dijual di pasar ternyata hasil kerajinan tangan sampah organik.

“Ini bagian dari proses kita mencintai lingkungan dan melestarikan fungsi lingkungan,” ujarnya kepada enciety.co saat melatih ratusan ibu-ibu di Kelurahan Simomulyo, Rabu (8/10/2014).

Kardha mencontohkan bunga kering, ternyata sangat mudah dan tidak butuh waktu yang lama. Bahan baku yang diperlukan pun mudah didapatkan dan terjangkau.

“Bahan utamanya membuat CI bunga kering yakni klobot jagung, buah kaliandra, ati mahoni, dan bunga pres,” katanya.

Dalam proses pembuatannya, sebelum dipotong menjadi pola-pola bunga, sebagian bahan baku seperti klobot diwarnai menggunakan pewarna pakaian. Selanjutnya bahan baku dipotong sesuai dengan kebutuhan.

“Setelah klobot jagung telah dibentuk pola-pola seperti bunga, diteruskan dengan penempelan antara satu pola dengan pola yang lainnya hingga berbentuk bunga mawar,” bebernya.

Mudahnya cara membuat bunga kering ini dirasakan oleh Sulastri (45), peserta pelatihan PE 2014. Ibu dua anak itu baru mengetahui kalau sampah organik yang bisanya dibuang tenyata bisa dimanfaatkan untuk dijadikan CI bunga kering.

“Saya akan mencobanya di rumah nanti. Ternyata kok mudah banget,” akunya. (wh)