PE Surabaya : 54 UMKM Pamer Produk di Benowo

PE Surabaya : 54 UMKM Pamer Produk di Benowo
Para pemenang lomba dalam Road Show Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kecamatan Benowo, Sabtu (11/10/2014). hary mega gancar prakosa/enciety

Antusiasme ditunjukkan Surabaya saat menghadiri Road Show Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya 2014. Mereka yang kebanyakan ibu-ibu dengan mengajak anak-anak mereka tersebut berbondong bondong memenuhi Kecamatan Benowo, tempat dilangsungkannya acara, Sabtu (11/10/2014). Sejumlah produk dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga dipamerkan.

Camat Benowo Tomi Ardianto saat ditemui di lokasi acara mengatakan rasa bangganya. Kendati Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak menghadiri acara lantaran masih berada di Amerika Serikat untuk memenuhi undangan World Bank, namun kegiatan tetap berjalan meriah.

“Saya sampai tidak percaya dengan semangat dan antusiasme warga mengikuti acara ini,” kata dia kepada enciety.co.

Ia menceritakan baru pada Jumat (10/10/2014) kemarin, melatih 150 orang dari 50 UMKM yang tersebar di tempatnya. Pelatihan ini pun digelar di tempatnya, yaitu di Kecamatan Benowo.

Para UMKM ini nantinya akan dilaporkan ke Bapemas untuk pembinaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk packing produk dan penjualan, serta Dinas Koperasi untuk dana pemodalan pembinaan lebih lanjut.

“Dan ini hasilnya, 54 UMKM yang berhasil telah memamerkan hasil produknya. Walau Bu Wali mboten ndugi (tidak datang) tetap semangat,” ujarnya. Selain pelatihan dan road show, kegiatan PE juga dimeriahkan games dan lomba.

Dia lalu mengatakkan, pihaknya hanya memfasilitasi kegiatan PE Surabaya saja. Juga memantau dan memonitor UKM-UKM baru. “Kami akan data terus mereka minta pelatihan apa akan disediakan,” sahutnya.

Sementara itu Nurul Hidayah, kasie Perekonomian Kecamatan Benowo, mengatakan pihaknya berencana menempatkan produk UMKM di wilayahnya untuk dipamerkan secara permanen di joglo depan kecamatan. “Ya, Agar ada kebanggaan dan masyarakat lain dapat mengenal,” tutur Nurul.

Untuk UMKM baru, Nurul mengatakan membagi tiga kelas. Yaitu kelas membuat pastel tutup, nasi kotak dan tas aplikasi. Dan setiap kelasnya dibagi untuk 50 orang. Untuk sebagian UMKM yang belum terdaftar akan segera didaftarkan.

“Harapannya supaya memacu masyarakat. Perbulannya juga akan ada monitoring dari kami. Kita kumpulkan dan terus beri support,” pungkas Nurul. (wh)