PBB: Kerugian Bencana Global Capai USD 300 M

bank ki moon
Kerugian ekonomi global akibat bencana alam seperti gempa bumi, banjir, kekeringan, dan badai, terus meningkat dan rata-rata mencapai USD 250 miliar hingga USD 300 miliar per tahun. Demikian laporan yang dikeluarkan Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (DRR). Lembaga ini juga memperkirakan, investasi sebesar USD 6 miliar per tahun lewat upaya mengurangi risiko bencana akan menyelamatkan dunia dari kerugian sebesar USD 360 miliar dalam 15 tahun ke depan. “Laporan ini adalah panggilan dini bagi semua bangsa untuk meningkatkan komitmen mereka berinvestasi dalam solusi cerdas guna memperkuat ketahanan terhadap bencana,” ujar Margareta Wahlstrom, perwakilan khusus PBB untuk DRR.
Dijelaskan, laporan itu akan menjadi isu utama pada Konferensi Dunia Ketiga PBB tentang Pengurangan Risiko Bencana di Sendai, Jepang, pada 14-18 Maret mendatang. Dalam konferensi itu, sekitar 8.000 peserta diharapkan hadir, termasuk sejumlah pemimpin dunia.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang akan menghadiri konferensi Sendai itu mengatakan, “Dunia sedang mengalami bencana alam yang lebih intens.” “Kita bermain dengan api,” katanya tentang temuan dalam laporan itu. “Ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa risiko bencana, didorong oleh perubahan iklim, akan mencapai titik kritis di luar batas usaha. Sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi (bencana) itu akan melampaui kapasitas generasi mendatang,” ujarnya.
Dikatakan orang nomor satu di PBB ini, biaya untuk pulih dari bencana akan mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam menyediakan layanan, mengalihkan uang untuk pemulihan infrastruktur, dan mengurangi pendapatan masyarakat dan jumlah pekerjaan.
Ban mengatakan, negara miskin akan sangat terpukul ketika bencana terjadi. Dan, negara-negara berpenghasilan rendah memiliki risiko kehilangan bangunan lima kali lebih banyak ketimbang negara kaya. (bst)