Paul Scholes jadi Kolumnis The Independent

 

Paul Scholes jadi Kolumnis The Independent

Mantan bintang Manchester United dan tim nasional Inggris Paul Scholes secara resmi memulai profesi barunya sebagai penulis di laman media online terkenal Inggris The Independent. Hal tersebut disampaikan The Independent Jumat (8/8/2014). Scholes juga diminta untuk menulis di surat kabar i. Tulisannya akan diterbitkan seminggu sekali.

Scholes menyatakan ia akan menumpahkan analisisnya secara jujur, tajam, dan tidak memihak.”Suatu kehormatan bisa menulis di media sekelas The Independent, saya sudah tidak sabar menunggu musim bergulir. Sebagai pemain saya sudah berikan kemampuan saya 100 persen, itu juga yang akan saya lakukan sebagai kolumnis,” bebernya.

Dalam sebuah wawancara Scholes mengungkapkan kekhawatirannya soal masa depan sepak bola Inggris. Salah satu penyebabnya adalah banjirnya pemain asing di Liga Utama Inggris.Artikel Scholes diterbitkan setiap Jumat mulai minggu depan.

Selama berkarir, sosok Scholes dinilai tak banyak  tingkah. Ini berbanding terbalik dengan prestasi  di lapangan. Dia   gelandang terbaik yang pernah dimiliki Manchester United dan Timnas  Inggris.  Ini yang membuatnya dia dihormati  dan disegani sesama pemain di lapangan.

Bahkan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, mengakui jika satu-satunya penyesalan sepanjang 16 tahun kariernya sebagai pesepak bola adalah dirinya belum pernah bermain satu tim dengan legenda Manchester United, Paul Scholes. “Jika saya mengingat apa yang telah saya raih bersama Spanyol dan Barcelona serta pemain-pemain hebat yang pernah bermain bersama saya, rasanya tak mungkin saya punya penyesalan,” ujar pemain yang telah 133 kali membela timnas Spanyol ini.

“Mungkin sedikit penyesalan yang saya alami adalah saya tak pernah bermain bersama Paul Scholes. Namun saya tak pernah meninggalkan Barcelona dan dia tak pernah meninggalkan Manchester United,” ujar Xavi.

Tim Manchester United yang diperkuat Scholes ditaklukkan di final Liga Champions 2009 dan 2011 oleh Xavi bersama bersama-sama rekan-rekannya di “Blaugrana”. Dalam pertemuan di Wembley, tiga tahun lalu, rekan setim Xavi, Andres Iniesta bertukar kostum dengan Scholes. Dia mengaku memajang kostum itu di dinding rumahnya.

Xavi memang pernah beberapa kali mengungkapkan kekagumannya kepada Scholes. Tahun 2011, Xavi menegaskan jika Scholes pasti akan lebih dihargai jika berkebangsaan Spanyol. “Dalam 15 hingga 20 tahun terakhir, gelandang tengah paling komplet yang pernah saya saksikan adalah Scholes. Dia pemain spektakuler yang memiliki segalanya,” kata Xavi. (bst/ram)