Pastikan Ketahanan Pangan, Rabobank Siapkan Tim Analis Internasional

Pastikan Ketahanan Pangan, Rabobank Siapkan Tim Analis Internasional
Jopie Jusuf, Bussiness Banking Director Rabobank Indonesia, dalam acara Relokasi Kantor cabang Rabobank di Surabaya, Rabu (20/1/2015). Foto: arya wiraraja/enciety.co

PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) yang sudah berdiri selama 118 tahun terus berkonsentrasi untuk memajukan sektor pertanian dan pangan. Untuk itu, Rabobank telah memiliki tim analis yang kuat di seluruh dunia untuk memastikan dapat terus tumbuh di sektor tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Jopie Jusuf, Bussiness Banking Director Rabobank Indonesia, kepada wartawan di sela Relokasi Kantor Cabang Rabobank di Surabaya, Rabu (20/1/2015).

“Kami akan terus memperbesar porsi penyaluran kredit ke sektor agriculture and food seiring transformasi bisnis perseroan ke dua sektor tersebut. Meski banyak perbankan yang menghindari sektor pertanian, namun kami tetap optimis bisa tumbuh di segmen ini. Karena kami telah memiliki pengalaman yang mumpuni,” ulasnya.

Porsi pembiayaan Rabobank sendiri memang akan focus pada dua sektor tersebut, dari hulu sampai hilir. Mulai dari pembiayaan di lahan pertanian sampai rantai distribusi di produsen pengolah hasil pertanian.

Rabobank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit di sektor pertanian dan pangan mencapai 10 persen tahun 2016 ini. Jumlah tersebut hampir sama seperti pertumbuhan tahun 2015 lalu.

Penyaluran kredit Rabobank Indonesia terdiri dari dua segmen, yakni whole sale untuk korporasi besar dan bussiness banking untuk skala kecil dan menengah. Untuk whole sale banking, saat ini porsi penyaluran kreditnya sudah 100% mengarah ke sektor food and agribusiness sementara untuk bussiness banking secara bertahap diarahkan ke dua sektor tersebut.

“Akuisisi baru nasabah kredit kami fokuskan memang untuk dua sektor tersebut. Sekitar 82 persen dari nasabah baru kami berasal dari food and agri. Kami juga melakukan training khusus kepada tenaga pemasar kami untuk mendukung penyaluran ke sektor tersebut,” papar Jopie.

Untuk mencapai target itu, Jopie menambahkan pihaknya akan gencar masuk ke hilir seperti pembiayaan di sektor koperasi petani, hingga perusahaan besar yang mengolah hasil pertanian.

“Contohnya, perusahaan pakan ternak, seperti yang pernah kami lakukan di daerah Jawa Tengah, sampai perusahaan makanan dan mimunan hasil produk pertanian” pungkas dia. (wh)