Pasokan Properti Ritel Bakal Tumbuh 3 Persen Setahun

Pasokan Properti Ritel Bakal Tumbuh 3 Persen Setahun

Ferry Salanto. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pertumbuhan properti ritel atau mal di Surabaya masih dapat tumbuh positif di 2020. Hal ini dikarena pasokan properti ritel masih belum berlimpah. Selain itu, pemilik mal sekarang sudah sadar untuk mengupgrade layanan dan struktur bangunan dengan menambah berbagai fasilitas penunjang.

Sementara pelaku usaha yang berjualan di dunia digital sudah mulai sadar untuk memiliki toko offline yang digunakan sebagai tempat display produk yang dijual.

Hal ini disampaikan Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International, dalam acara Press Luncheon Colliers yang di Four Points Hotel Surabaya, Jalan Embong Malang, Tunjungan Plaza 4, Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Perubahan pasar, kebiasaan konsumen, peran teknologi menjadi semakin diperlukan dalam menganalisa kebutuhan pengunjung. Saat ini, pelaku usaha properti ritel bertahap beralih ke toko yang lebih kecil. Contonya, Hyperstore kini mulai beralih menjadi supermarket. Departement Store yang saat ini banyak yang menjadi butik.

“Para pelaku usaha properti ritel mulai berfikir bagaimana caranya mengkolaborasikan antara online shopping dengan format toko konvensional. Hal ini sangat diperlukan, karena para customer sekarang perlu merasakan dan melihat produk sebelum mereka membelinya,”ujar dia.

Selain itu Ferry juga menyorot di 2019 terkait pasokan baru properti ritel tingkat hunian yang tercatat hanya mencapai di bawah 80 persen. Rata-rata serapan tahunan properti ritel hanya sekitar 50 persen dari pasokan baru dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pemilik mal saat ini menahan diri untuk mengambil untung, namun biaya pemeliharaan terus tumbuh.

“Secara rumusan normatif, jika serapan properti dibawah 60 persen, maka pemilik harus menutupi kekurangan operasional tiap bulannya. Hal ini bisa disebut rugi,” ulas dia.

Menurut Ferry, kedepan gaya hidup masih menjadi pusat penggerak ruang properti ritel. Diprediksi pada 2020-2023 total pasokan properti ritel akan tumbuh 3 persen pertahun dengan jumlah 8 pusat perbelanjaan baru yang akan beroperasi.

“Total tambahan pasok ada 150 ribu meter persegi. Perlu diketahui, 6 dari 8 pasokan pusat perbelanjaan dalam tahapan konstruksi,” papar dia.(wh)