Pasokan Daging Sapi Belum Mencukupi Permintaan Pasar

Pasokan Daging Sapi Belum Mencukupi Permintaan Pasar

Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Kusnoto, Ir. Direktur Enciety Business Consult Herman Soepardjono, dan drh. Reni Afidah, peternak sapi asal Lamongan, dalam Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (17/2/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Kurun waktu tiga tahun terakhir, permintaan daging sapi dalam negeri meningkat hingga mencapai 10,28 persen. Namun di satu sisi, pertumbuhan jumlah populasi sapi sampai saat ini masih belum mencukupi permintaan pasar.

“Seiring dengan meningkatnya nilai pendapatan kesejahteraan, permintaan akan konsumsi protein terutama komuditas daging ini terus mengalami kenaikan. Jika dicermati, pertumbuhan jumlah permintaan tersebut harus disikapi positif para produsen daging sapi dalam hal ini peternak sapi,” ujar Direktur Enciety Business Consult Herman Soepardjono, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (17/2/2017).

Herman menjelaskan, produksi daging di Jatim saat ini menduduki peringkat satu dalam skala nasional. Tahun 2017, untuk dapat meningkatkan produksi daging sapi dimulai dari peternak atau yang kerap disebut hulu.

Pada tahun 2016 lalu, total produksi daging di Jatim kurang lebih mencapai 119,4 ribu ton. Dapat disimpulkan jika Jatim merupakan salah satu daerah penghasil daging sapi yang memasok sebagian besar kebutuhan konsumsi nasional.

“Jadi, segala sesuatu yang dilakukan oleh Jatim untuk meningkatkan produksi daging sapi menjadi penting,” tegas Herman.

Sementara, drh. Kusnoto, Sekretaris Dinas Peternakan Jatim, menjelaskan tahun ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa program yang digalakkan untuk meningkatkan produksi daging sapi.

Menurut dia, ada lima program utama yang bakal dilakukan Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Pertama, program peningkatan produksi dan produktivitas daging sapi. Kedua, program peningkatan agribisnis yang sangat erat hubungannya. Ketiga, peningkatan sumberdaya manusia dan non aparatur. Keempat, optimalisasi fungsi peralatan dan alat bantu peternakan. Kelima, program peningkatan populasi dan produktivitas hewan ternak melalui Inseminasi Buatan (IB).

Khusus untuk penggalakan program peningkatan populasi dan produktivitas hewan ternak melalui Inseminasi Buatan (IB), ia mengaku pada tahun ini bakal mengadakan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab).

“Untuk program Upsus Siwab 2017, kami memiliki target dalam setahun mampu menghasilkan 1,2 juta ekor sapi. Saat ini, Jatim masih mampu menghasilkan 1,1 juta ekor sapi tiap tahunnya,” papar Kustono. (wh)