Pasokan Apartemen Surabaya Naik 25,6 Persen

Pasokan Apartemen Surabaya Naik 25,6 Persen

foto: ist

Pasokan apartemen Kota Surabaya pada semester II tahun 2019 sebanyak 7.948 unit. Jumlah ini meningkat 25,6 persen dari semester II di tahun 2018. Per Desember 2019, total unit apartemen di Surabaya 43.942 unit.

Sementara itu, permintaan masih belum bergerak banyak. Hanya meningkat 2 persen dibanding semester yang sama tahun lalu. Performa penjualan apartemen dalam tahap konstruksi di Surabaya Barat menurun tajam sebesar 20,2 persen jika dibanding semester yang sama di tahun lalu. Namun perlu dicatat, di area lain menunjukkan tren kenaikan.

Hal itu disampaikan Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International, dalam acara Press Luncheon Colliers di Four Points Hotel Surabaya Tunjungan Plaza 4, Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Kata dia, kenaikan harga rata-rata apartemen semester I/2019 sebesar 1,7 persen dibanding semester yang sama di tahun lalu 3,9 persen. “Seperti semester sebelumnya, kenaikan harga lebih dipengaruhi keberlanjutan konstruksi proyek-proyek apartemen yang saat ini sedang berjalan,” katanya.

Dia melanjutkan, tingkat hunian apartemen servis secara keseluruhan sedikit naik dibanding semester sebelumnya atau sekitar 1,5 persen. Mayoritas penghuni masih diisi oleh orang Asia dan hunian jangka pendek.

“Diperkirakan ada tambahan pasokan pada 2020 sampai 2024 sebesar 27.255 unit. Rinciannya, ada sekitar 3 persen merupakan kelas bawah, 50 persen kelas menengah ke bawah, 45 persen kelas menengah ke atas, dan 2 persen kelas atas,” papar Ferry.

Harga jual apartemen di Surabaya, terang dia, naik tipis 1,7 persen dibanding  semester yang sama tahun lalu, yaitu Rp 21,7 juta per meter persegi. Seiring stagnannya penjualan, harga jual diperkirakan naik tipis sebesar 2 persen tahun depan, namun akan merangkak naik 3-4 persen per tahun sampai dengan tahun 2024.

Di sisi lain, imbuh Ferry, tingkat hunian di apartemen sewa mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,5 persen dibanding semester sebelumnya menuju 51,9 persen. “Untuk harga sewa apartemen sama sekali tidak bergerak dibanding semester sebelumnya. Namun, tahun depan ada 1 proyek apartemen yang akan meningkatkan harganya sebesar 4-5 persen,” tegasnya. (wh)