Pasok Pupuk di Jatim, Petrokimia Siapkan 56 Gudang Penyangga

Pasok Pupuk di Jatim, Petrokimia Siapkan 56 Gudang Penyangga

Manager Distribusi PT Petrokimia Eko Suroso, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/10/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Selain ketersediaan air, faktor penentu lain untuk bisa mendongkrak produksi bahan pangan adalah ketersediaan pupuk. Sebagai daerah lumbung pangan nasional, Jawa Timur merupakan daerah nomor satu wajib dipenuhi kebutuhan pupuknya oleh perusahaan produsen pupuk PT Petrokimia.

Ada empat jenis pupuk yang keberadaannya wajib dipenuhi. Di antaranya pupuk jenis ZA, pupuk SP 36, pupuk jenis phonska dan pupuk organik.

“Untuk pasokan pupuk jenis urea bagi Jawa Timur saat ini kami telah dibantu oleh beberapa perusahaan produsen pupuk yang termasuk dalam grup kami,” ujar Manager Distribusi PT Petrokimia Eko Suroso, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/10/2017).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, kebutuhan pupuk di Jawa Timur kini telah mencapai 2,5 juta ton. Demi mencukupi kebutuhan tersebut pihaknya telah menyiapkan 56 gudang penyangga yang ditempatkan dibeberapa wilayah yang ada di Jawa Timur.

“Terkait pasokan, kami telah menyiapkan jauh 3 bulan yang lalu. Kami memperkirakan untuk pasokan pupuk aman hingga 1 bulan ke depan hingga estimasi waktu bulan Februari-Maret 2018,” tegas dia lagi.

Agar dapat memastikan terjaminnya distribusi pupuk, imbuh Eko, Petrokimia kini telah memiliki 208 distributor pupuk yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Selain itu, tiap tahun yang selalu menjadi masalah laten adalah kelangkaan pupuk.

Menurut dia, kelangkaan yang selalu timbul tersebut sebenarnya terjadi pada pupuk bersubsidi. Pupuk bersubsidi saat ini jumlahnya telah dibatasi oleh pemerintah. Dengan kata lain yang dapat menggunakan pupuk bersubsidi ini adalah para petani tertentu yang layak.

“Kebutuhan pupuk subsidi nasional saat ini telah menginjak angka 13-14 juta ton. Namun, sampai saat ini pemerintah masih menyediakan alokasi sekitar 9,5 juta ton yang sesuai dengan rancangan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Nasional,” papar Eko.

Menginjak pertengahan Oktober 2017 ini, kata Eko, untuk distribusi pupuk bersubsidi telah mencapai 70 persen. “Jadi di sini dapat kami jelaskan, jika penyebab isu kelangkaan tersebut adalah faktor alokasi pupuk bersubsidi yang telah disepakati oleh pemerintah dan Gapoktan,” ungkap dia. (wh)