Pertamina Pasok Gas ke Terminal Teluk Lamong

Pertamina Pasok Gas ke Terminal Teluk Lamong

Kebutuhan gas untuk transportasi di Terminal Multipurpose Teluk Lamong mulai mendapat kepastian. PT Pertamina akan pasok gas 2,7 mmscfd (million metric standart cubic feet per day) pertahun ke Teluk Lamong.

Hal itu terungkap dari hasil pembicaraan antara PT Terminal Teluk Lamong dengan PT Pertamina, Senin (20/1/2014). “Pasokan gas ini baru untuk memenuhi kebutuhan truck ramah lingkungan. Sekitar 300-400 truck setiap harinya Sedang untuk kebutuhan operasional Teluk Lamong sendiri masih belum dibahas,” ujar Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong Prasetyadi.

Dia lalu mengungkapkan, pembicaraan kemarin baru pembahasan kebutuhan pasokan gas dari Pertamina. Sementara pihaknya nanti yang menyediakan stasiun pengisian bagi truck yang beroperasi di Teluk Lamong.

Kata Prasetyadi, kapasitas 2,7 mmscfd dianggap sudah cukup untuk memenuhi pasokan gas pada tahun pertama ini. Kebutuhan tertinggi nantinya untuk truck yang beroperasi dari Teluk Lamong menuju pergudangan.

PT Terminal Teluk Lamong, sambungnya, akan menyediakan dua jenis pengisian. Pengisian pertama ditempatkan dalam bentuk stasiun pengisian, dan metode kedua dalam bentuk mobile.

“Ada dua stasiun yang sudah kita siapkan, pertama didalam terminal dan di kawasan Kejapanan Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Terminal Teluk Lamong akan menempatkan stasiun pengisian gas di Lamongan atau Tuban untuk jalur pantura. Masalahnya, truck dari Tanjung Perak menuju pantura jalur selatan maupun timur cukup banyak.

Prasetyadi belum bersedia membahas harga yang telah ditetapkan untuk pasokan truck. “Memang belum. Tetapi kita pastikan menyesuaikan dengan harga normal di pasaran,” lanjut alumnus program master Le Havre University Prancis itu.

Dalam pembahasan kemarin mempertemukan direksi PT Terminal Teluk Lamong juga dihadiri Vice President Gas and Power Commercialization Moh Taufik Afianto. Direksi PT Terminal Teluk Lamong yang turut hadir adalah Agung Kresno Sarwono selaku Direktur Operasional.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III menyebutkan pasokan gas ini bisa bertambah seiring pada tahun-tahun berikutnya. “Pasokan tersebut sudah cukup untuk tahun pertama. Tentunya ada pembicaraaan pada tahun berikutnya, khusus untuk truck yang beroperasi di Teluk Lamong,” terangnya. (wh)