Pasca Erupsi, Gunung Kelud Kini jadi Pusat Wisata

Pasca Erupsi, Gunung Kelud Kini jadi Pusat Wisata
Pintu masuk menuju Gunung Kelud dari Kediri setelah terjadinya erupsi

 

Pemkab Kediri, Jatim menjadikan Gunung Kelud (1.731 mdpl) sebagai pusat wisata dan berencana segera memperbaiki kerusakan sarana yang disebabkan oleh erupsi gunung itu pada 13 Februari 2014.

“Kami tentunya akan melakukan pembenahan. Yang jelas sebagai lokasi wisata, walaupun pascaletusan, Kelud tetap kami prioritaskan,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri Adi Suwignyo.

Ia mengatakan, pemerintah masih akan melakukan pengkajian untuk mengeskplorasi keindahan apa yang bisa diambil dari Gunung Kelud.

Jika setelah erupsi secara “efusif” pada 2007 lalu, kawah berubah menjadi gunung yang disebut sebagai anak gunung dan saat ini sudah tidak ada, untuk itu saat ini sedang dipelajari struktur yang terbaru dari Gunung Kelud pascaerupsi 13 Februari lalu.

Jika sebelumnya, terdapat sumber mata air panas yang bisa dijadikan pusat wisata, saat ini juga sedang dipelajari apakah sumber itu masih ada, ataukah tertutup pascaerupsi.

Pihaknya juga mengakui, saat ini objek wisata Gunung Kelud sudah dibuka untuk umum, tepatnya sejak Sabtu (8/3/2014). Pada Sabtu, tingkat kunjungan lebih dari 700 orang, tapi meningkat tajam pada Minggu (9/3) lebih dari 3000 orang. Setiap orang dikenai Rp10 ribu masuk ke lokasi wisata.

Pemda juga sudah memperbaiki sejumlah jalur menuju kawasan puncak Gunung Kelud. Material sisa letusan yang terdiri dari batu dan pasir disingkirkan, sehingga tidak mengganggu perjalanan para wisatawan.

Walaupun objek wisata Gunung Kelud sudah dibuka, dengan dibukanya secara resmi loket masuk, Adi mengatakan pemerintah tetap mematuhi aturan dengan radius 3 kilometer masih steril. Status Gunung Kelud saat ini masi waspada. Jalur menuju puncak dikunci petugas, sehingga tidak ada yang bisa masuk.

Gunung Kelud mengalami erupsi, setelah sebelumnya terjadi gempa tremor sampai enam jam. Gunung itu dinyatakan erupsi pada pukul 22.56 WIB. (atr/ram)