Pasar Bergairah, Suzuki Ertiga Disiapkan 80 Ribu Unit

 

 

Pasar Bargairah, Suzuki Ertiga Disiapkan 801 Ribu Unit

 

Tingginya pasar mobil low end pada 2013, diproyeksikan masih berlanjut tahun ini. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menyiapkan kurang lebih 80 ribu unit secara nasional Suzuki Ertiga untuk dipasarkan.

 

Untuk wilayah Jatim telah disiapkan sekitar 10 persen untuk dipasarkan. Tetapi jumlah itu tersebut diakui cukup rendah, mengingat Jatim memiliki potensi yang cukup besar. Sejak diluncurkan tahun 2012, penjualan Suzuki Ertiga di Jatim telah menembus angka 12 ribu.

 

Angka tersebut menurut Director United Motor Center (UMC) Prabowo L cuklup fantastis. “Pertumbuhan Year on Year (yoy/ dari tahun ke tahun) kita mencapai 200 persen. Dimana kita memegang pasar sekitar 70 persen pasar mobil low end,” terang saat dijumpai disela-sela Pesta Keluarga Ertiga di Grand City Mall Surabaya, nya, Minggu (9/2/2014).

 

Prabowo optimistis tahun ini penjualan minimal 10 persen dari total produksi. Bila tahun ini Suzuki Ertiga memproduksi sekitar 80 ribu unit, target sepuluh persen dari total produksi adalah sebesar 8 ribu unit.

 

Pertumbuhan Suzuki Ertiga di Jatim meningkat cukup tajam. Sejak diperkenalkan pada April 2012, penjualan baru tercapai 2.900 unit. Setahun berikutnya atau 2013, penjualan melejit hingga menembus 10.000 unit. Bahkan Suzuki Ertiga mampu menggerus pasar mobil keluarga murah nasional.

 

Tahun ini Suzuki direncanakan menyiapkan dua varian baru. Varian pertama adalah sporty yang secara desain nyaris mirip dengan Elegance. Sementara bocoran varian lainnya adalah Suzuki Ertiga berbahan bakar solar.

 

“Untuk sporty kemungkinan bulan Maret nanti kita umumkan. Soal varian lainnya, masih kita tunggu,” ungkapnya. Prabowo menambahkan target untuk semua type Suzuki di Jatim 23.300 unit atau tumbuh sekitar 35 persen. Sedangkan untuk realisasi 2013 terjual 17.100 untuk semua unit.

 

Terpisah, Marketing Brand Development Group Head of Ertiga Daniel D.Ryan menyebutkan kemungkinan tahun ini akan ada kenaikan harga. “Perkiraan kami kenaikannya sekitar Rp 3 jutaan,” tegasnya. Alasan melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menjadi dalih untuk menaikkan harga.

 

Tim Suzuki Ertiga telah melakukan survei, hasilnya cukup memuaskan. Dimana konsumen tidak terpengaruh terhadap penjualan yang dilakukan Ertiga. Sebab, konsumen sudah mengetahui kualitas Suzuki Ertiga, termasuk nilai ekonomisnya.

 

Meski mengalami kenaikan harga, Suzuki masih optimis market share masih terjaga. “Kita masih memiliki market share antara 23-25 persen secara nasional. Sedangkan untuk Jatim sendiri tumbuh 27 persen. Jadi kenaikan harga tidak banyak berpengaruh,” tutup Prabowo. (wh)