Pasar Sawit India Jadi Rebutan Indonesia dan Malaysia

 

Pasar Sawit India Jadi Rebutan Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan Malaysia yang Dikenal sebagai dua produsen minyak sawit terbesar di dunia,  kini tengah memperebutkan peluang ekspor ke India. Maklum saja, pasar minyak sawit di India kini bernilai USD 10 miliar dan merupakan peluang bisnis yang terbilang cukup besar bagi kedua negara Asia tersebut.

“Kedua negara tersebut tengah bersaing soal kebijakan ekspor, membuat India menjadi penampung pasokan minyak sawitnya,” keluh Direktur Eksekutif Solvent Extractors’ Association (SEA) B V Metha seperti dikutip dari Business Standard, Selasa (16/9/2014).

Menurut data yang dihimpun SEA, impor minyak sayur ke India meningkat 76 persen dalam setahun hingga 1,33 juta ton pada Agustus. Itu merupakan angka impor bulanan tertinggi sejak 1994.

Malaysia, produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai lebih dari 19 juta ton per tahun, mengumumkan bebas bea ekspor selama dua bulan yang berlaku efektif mulai 1 September 2014. Pemerintah Malaysia memang bertujuan mengurangi pasokan yang ada dari rekor 2,05 juta ton sepanjang Agustus, meningkat dari 1,69 juta ton pada Juli.

Para analis mengatakan, ekspor minyak sawit meningkat hingga 41 persen selama 10 hari sejak aturan bebas bea ekspor tersebut diberlakukan.

Merespons putusan Malaysia, Indonesia yang merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia juga mengumumkan akan membebaskan bea ekspor untuk komoditas tersebut. Aturan tersebut mengurangi bea ekspor secara drastis dari 9 persen sebelumnya dan akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2014.

Bersama-sama, Indonesia dan Malaysia berkontribusi menyediakan 85 persen dari total produksi minyak sawit dunia. Direktur Godrej International, Dorab Mistry mengatakan, harga CPO tidak mungkin jatuh lebih rendah di bawah biaya produksi 1.900 ringgit per ton. (lp6/wh)