Pasar Saham AS Terguncang, Anjlok Dramatis

China Selamatkan Bursa Asia Sepanjang 2014

Pasar saham di Amerika Serikat mengalami penurunan secara dramatis dalam penutupan Sabtu (22/8/2015)  dini hari WIB. Ini  merupakan penurunan terbesar tahun ini. Indeks Dow Jones terjun 531 poin menjadi 16.459,75 poin, atau 10 persen lebih rendah dari nilai tertinggi yang diraih Mei lalu. Ini juga menjadi pekan terburuk sejak 2011. Indeks Standard & Poor’s juga turun dari level psikologis 2.000 poin, yaitu 3,2 persen atau 64,84 poin menjadi 1.970,89 poin.

Sementara itu Nasdaq yang didominasi saham-saham teknologi anjlok 3,5 persen atau 171,45 poin menjadi 4.706,04 poin.

Ada tiga faktr penting yang menyebabkan kekhawatiran di pasar saham AS dan seluruh dunia, yaitu:

  1. Meningkatnya kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi China terjadi lebih cepat dari klaim pemerintah.
  2. Para investor sedang bersiap pada kemungkinan peningkatan suku bunga oleh Bank Sentral AS September nanti. Namun U.S. Federal Reserve memberi sinyal yang beragam sehingga menciptakan musuh terbesar pasar yaitu: ketidakpastian.
  3. Harga minyak sempat jatuh di bawah USD 40 per barel; atau yang terendah sejak 2009.

Kabar terakhir yang mengguncang pasar saham datang dari  China Jumat pagi. Pemerintah melaporkan data aktivitas manufaktur bulan Juli negara itu turun ke tingkat terendah dalam enam tahun terakhir. Sejak pemerintah China mendevaluasi Yuan pekan lalu, Wall Street semakin khawatir dengan perlambatan ekonomi negara itu. (cnn/bst)