Pasar Properti Slow Down Tunggu Hasil Pemilu

Pasar Properti Slow Down Tunggu Hasil Pemilu

 

Pasar properti diperkirakan bakal slow down jelang pemilu legislatif dan pilpres. Banyak investor yang meramaikan pasar properti menunggu hasil pemilu. Kendati begitu, pasar properti komersial terutama ruko dan pergudangan tetap akan tumbuh.

Menurut Project Director PT Graha Utama Indonesia Hendro Kartopo, sejak awal tahun kondisi pasar residensial cenderung stagnan. Ini disebabkan banyak investor masih menunggu hasil pemilu nanti. Padahal, selama ini investor cukup banyak perannya menggerakan pasar properti, terutama di level primary market.

“Tiga tahun kemarin pasarnya terus booming. Namun sejak November 2013 pasar sudah mulai slow down. Karena banyak investor yang masih wait and see hasil pemilu,” ujar Hendro Kartopo, Rabu (5/3/2014).

Dikatakan, selama ini peran investor dan end user hampir imbang dalam pasar properti. Investor banyak meramaikan primary market. Sementara end user banyak bermain di secondary market.

“Namun begitu, secara umum daya beli masyarakat masih ada. Sehingga potensi untuk naik lagi masih terbuka. Apalagi rumah kebutuhan utama sehingga pasti akan naik lagi. Mungkin setelah pemilu. Yang paling banyak dicari harganya berkisar Rp 1-2 miliar,” tambahnya.

Tan Cia Lung, Managing Director 1st Home, menambahkan untuk hunian memang agak melambat. Namun untuk komersial terutama ruko dan pergudangan masih cukup tinggi. Peminatnya cukup banyak sementara stoknya terbatas.

Pihaknya kini dipercaya banyak developer untuk memasarkan produknya baik residential maupun komersial. Bukan hanya di Surabaya, namun juga di Bali, Jakarta bahkan luar pulau. Sebab itu, pihaknya mematok target transaksi naik 200 persen dari tahun lalu.

“Kami juga tambah kantor di Surabaya Timur untuk memperluas market. Sebab pertumbuhan marketnya cukup besar,” tutur Tan Cia Lung. (wh)