Pasar Pesimistis Lihat Pergerakan Rupiah

Ini Petaka Bakal Terjadi Bila Rupiah Terus Terpuruk
foto: metrotvnews

Pasar sepertinya tidak lagi merasa optimistis dengan Rupiah. Sebab, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus Rp13.300 per USD. “Pasar kelihatannya mulai kecewa dengan kinerja tim ekonomi di kabinet ini, tadinya kita menggebu-gebu tapi sekarang harapan kita sirna. Tidak lihat lagi optimisme yang terbangun,” kata Pengamat pasar uang Farial Anwar, Jumat (5/6/2015).

Menurutnya, faktor internal tersebut menjadi salah satu alasan nilai tukar Rupiah tembus hungga Rp13.300. Dia menyatakan, pasar menjadi pesimis dari waktu ke waktu. “Neraca transaksi berjalan kita mengalami defisit yang kelihatannya belum membaik. Neraca dagang kita juga mengalami tekanan walaupun sekarang relatif positif tapi bukan terjadi peningkatan ekspor. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kita mengalami perlambatan,” jelas dia.

Selain faktor internal, Farial juga tidak mengelak adanya faktor eksternal yang membuat nilai tukar Rupiah terus melemah. Salah satunya yaitu rencana kenaikan suku bunga The Fed dengan data perekonomian AS yang saat ini cukup membaik. “Sepanjang 4 tahun terakhir rendah, diperkirakan akan dinaikkan level suku bunganya. Di samping itu juga ekonomi di Eropa itu masih belum membaik bahkan krisinya belum selesai,” tandas Farial.

Seperti yang diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus mengalami pelemahan selama 2015. Namun, rekor terendah melemahnya Rupiah terjadi pada kemarin sore yang tembus hingga Rp13.300 per USD. (oke)