Pasar Otomotif Diprediksi Tumbuh 15 Persen

 

Pasar Otomotif Diprediksi Tumbuh 15 Persen

Pasar otomotif dalam negeri diprediksi bakal tumbuh sebesar 15 persen dalam 6 tahun mendatang. Ini sejalan dengan asumsi perkembangan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang meningkat 12,8 persen setiap tahun. Jika target USD 5.000 per kapita tahun ini tercapai, maka pendapatan per kapita pada 2020 berada di level USD 10.200.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan pertumbuhan pasar kendaraan bermotor ini seiring dengan peningkatan kapasitas produksi terpasang di dalam negeri menjadi 2 juta unit per tahun. “Dengan masuknya investasi selama 2 tahun belakangan ini, semestinya kapasitas produksi otomotif nasional sudah mencapai 2 juta unit,” jelasnya di sela-sela seminar otomotif di Kantor Kemenperin, Senin (23/6/2014).

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan industri otomotif pada 2014 akan tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya. Dengan target itu, penjualan kendaraan bermotor roda empat di Tanah Air mencapai 1,41 juta unit sampai pengujung tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi pelaku usaha yang memprediksikan pasar akan stagnan dengan penjualan 1,23 juta unit.

Persaingan dalam pasar bebas ASEAN tahun depan tak menyurutkan kepercayaan diri pemerintah. Dengan asumsi pertumbuhan 15 persen, pada akhir tahun depan pasar domestik bakal meluas jadi 1,62 juta unit. Akhirnya, pada 2020 penjualan bertengger sekitar 3,27 juta unit per tahun.

Dengan asumsi pasar otomotif domestik menyentuh level 3 juta unit pada 2020 diharapkan pasar sedan dan mobil hibrida turut berkembang masif. Kemenperin menetapkan mulai tahun depan RI mampu memasuki era manufaktur untuk mesin dan transmisi truk, Sport Utility Vehicle (SUV), dan sedan hemat bahan bakar.

“Pada 2020 diharapkan sudah berkembang menuju industri komponen truk komersial, sedan medium, dan mobil bermesin hibrida,” kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi. (bns/ram)