2014, Pasar Konstruksi Diprediksi Naik Rp 407 T

2014, Pasar Konstruksi Diprediksi Naik Rp 407 T

Pasar Konstruksi di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan pada 2014. Kepala Badan Pembinaan Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini memperkirakan pertumbuhan itu mencapai Rp 407 triliun. Angka ini naik dibanding 2013, yakni Rp 369  triliun.

Menurut Hediyanto, pasar kontruksi nasional memang terus menggeliat dalam kurun tiga  tahun terakhir. Bahkan, pertumbuhan itu melebihi angka  pertumbuhan ekonomi nasional.

Progres investasi infrastruktur di Indonesia hingga tahun ini, dari sektor swasta mencapai Rp269,3 triliun, BUMN Rp 340,5 triliun, APBD mencapai Rp 445,57 triliun, dan APBN mencapai Rp 851.6 triliun. Sedangkan kebutuhan investasi infrastruktur dari 2010-2014 mencapai Rp1.923,7 triliun.

“Dengan demikian masih terdapat gap kurang lebih Rp 5,2 triliun,” katanya di  Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Hadiyanto mengungkapkan, dengan masih besar potensi pasar infrastruktur di Indonesia, diperlukan beberapa langkah penting seperti, meningkatkan kerjasama pemerintah-swasta (KPS), mendorong partisipasi swasta melalui program CSR.

Adapun, untuk rencana dan realisasi investasi infrastruktur terkait MP3EI pada 2011-2025, dari total kebutuhan sekira Rp1.786 triliun, pembangunan infrastruktur Power dan Energi menempati posisi tertinggi baru diikuti dengan infrastruktur jalan.

“Ketersedian material dan peralatan konstruksi di Indonesia masih didominasi di pulau Jawa, yang menjadi perhatian bersama agar pembangunan infrastruktur dapat merata dilaksanakan di seluruh wilayah Nusantara,” pungkasnya. (ram)