Pasar Grosir Ilegal Tanjungsari dan Dupak Diminta Ditutup

Pasar Grosir Ilegal Tanjungsari dan Dupak Diminta Ditutup

Pasar PIOS yang kini sepi karena banyaknya pasar grosir illegal.

Keberadaan pasar grosir ilegal di kawasan Tanjungsari dan Dupak diminta untuk ditutup. Selain melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2015 tentang pasar rakyat, keberadaannya menyebabkan Pasar Induk Osowilangun (PIOS) sepi.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan, memastikan Pemkot Surabaya konsisten menertibkan pusat-pusat kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, apakah itu berupa bangunan atau juga pasar dan tempat lain .

“Sebetulnya sudah lama berjalan seperti itu, bukan hanya pasar (yang ditertibkan), kami juga mencoba melakukan penertiban terhadap pusat-pusat kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, apakah itu berupa bangunan atau pasar dan juga yang lainnya,” kata Hendro Gunawan.

Kebanyakan dari pasar itu hanya mengantongi izin untuk jual beli eceran, tapi kenyataannya di lapangan mereka malah menjual grosir, bahkan tidak boleh eceran. Kondisi ini terkuak saat para pedagang yang jualan di PIOS menuntut keadilan supaya pasar grosir ilegal itu ditutup. Pengaduan mereka itu juga disertai bukti-bukti file foto dan video yang menggambarkan jual beli grosiran dan tidak boleh eceran.

Karena sudah melanggar perda dan tidak sesuai dengan peruntukannya, maka sangat mungkin pasar grosir ilegal itu untuk ditutup demi keadilan. Namun, Hendro mengingatkan proses dan tahapan-tahapannya yang harus dilalui sebelum akhirnya pasar grosir itu boleh ditutup.

“Itu nanti ada tahapan-tahapannya, ada peringatan satu, dua, dan tiga. Baru nanti ada tindakan, tidak boleh langsung. Tindakannya itu kalau memang melanggar perda ya harus ditutup,” kata Hendro.

Hingga saat ini, tahapan-tahapan itu masih dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya. Bahkan, mereka juga telah memanggil para pedagang pasar grosir ilegal untuk diberi pembinaan. (wh)