Pasar Bergairah, Apartemen Pakuwon Terjual 95 Persen

Pasar Bergairah, Apartemen Pakuwon Terjual 95 Persen

 

Pasar properti 2014 yang diprediksi segelintir pengamat ternyata meleset. Permintaan properti premium, yaitu rumah tipe besar dan apartemen serta rumah tipe menengah, tetap tumbuh. Konsumen juga optimistis dan semakin kritis dalam memilih properti.

Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi, mengatakan, permintaan apartemen di Surabaya tetap tumbuh. Sekitar 500 unit rumah tipe besar di Pakuwon City yang dibangun tahun 2013, sisa sekitar 50 unit. Itu pun tinggal menunggu realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penjualan pada Januari dan Februari juga di atas penjualan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan khusus untuk apartemen, Pakuwon Group sedang membangun superblok seluas 50 hektar di Pakuwon City. Di tengah-tengah superblok itu dibangun Apartemen Educity. Rencananya dibangun 17 tower apartemen. Yang dibangun sekarang empat tower, yaitu Harvard, Stanford, Yale, dan Princeton, totalnya 3.528 unit.

Dari jumlah itu, jelas Sutandi, di Tower Harvard dan Stanford dari 1.710 unit sudah terjual 1.625 unit atau 95 persen. Sedang  di Tower Yale dan Princeton sebanyak 1.818 unit, dan sudah terjual 1.454 unit atau 80 unit.

“Apartemen Educity mendapat sambutan yang luar biasa, terjual lebih cepat dari perkiraan,” ungkap Sutandi Purnomosidi di Kantor Pemasasan Pakuwon City, Kamis (20/2/2014).

Karena permintaan yang luar biasa itu, Pakuwon Group juga mempercepat penyerahan unit apartemen ke pembeli. Untuk yang membeli di Tower Harvard yang sebelumnya akan diserahkan pada Desember 2014, dipercepat menjadi Juli 2014.

Menurut Sutandi, rencananya akhir Maret pembangunan Tower Harvard sudah selesai atau dilakukan topping off. Setelah itu pembeli sudah bisa melakukan realisasi Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Setelah pembangunan Apartemen Educity, jelas Sutandi, tahun 2015 akan dimulai pembangun supermal dengan luas 90 ribu meter, diperkirakan tuntas 2018 mendatang.

Meski pasar properti masih tumbuh, menurut Sutandi pengembang juga melakukan terobosan agar tumbuh lebih besar dari 2013. Misalnya, pembayaran uang muka bisa diangsur sampai pembangunan rumah selesai. Pengembang juga menjalin kerjasama dengan bank penyalur KPR dengan memberikan bunga khusus.(wh)