Pasar Avanza Ditarget Tumbuh 4 Persen

Pasar Avanza Ditarget Tumbuh 4 Persen

 

Gempuran mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) untuk kelas low end tidak membuat Toyota Astra Motor ragu dengan penjualan produknya. Dimana beberapa kompetitor menawarkan harga murah dengan aneka fitur yang beraneka macam.

Branch Manager Toyota Sales Operation Jatim Hasan menegaskan, tahun ini ditargetkan mengalami pertumbuhan sebesar empat persen. Growth itu tidak lepas dari data penjualan sepanjang tahun 2013 silam.

“Hingga 2013 lalu pasar Avanza di Jatim mencapai sekitar 44 persen. Dari data itu, kami targetkan tahun ini, mencapai 48 persen, atau naik sekitar 4 persen,” ujar Hasan, saat dijumpai dalam penyambutan kontingen tur Avanzanation di Auto 2000 Wiyung, Kamis (20/2/2014).

Kata dia, banyaknya kompetitor dipasar mobnil MVP low end sedikit mengancam penjualan Avanza. Itu bisa dilihat dari nongolnya Ertiga besutan Suzuki tahun 2012 silam. Belum lagi Honda turut campur dengan keluarnya Mobilio, dengan kisaran harga Rp 198 juta.

“Memang belum ada ada industri otomotif yang nyaman ketika kompetitor mengeluarkan varian baru keluar di pasar. Ditanya khawatir, ya jelas khawatir. Tapi, kami percaya tiap produk punya selling point yang beda,” kata Hasan.

Tahun lalu, pasar Avanza sedikit tergerus sekitar sebesar dua persen. Menurunnya itu tidak lepas dari kompetitor Suzuki yang mengeluarkan Ertiga-nya. Belum lagi Honda turt bermain di pasar MPV low dengan andalannya, Mobilio.

Avanza telah memiliki perhitungan target pertumbuhan dengan market share Avanza yang tetap tumbuh. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Avanza, yang sudah bermain sepanjang sepuluh tahun di pasar MPV low. Selain itu Avanza bisa dikategorikan sebagai pioneer di kelas low mobil MPV.

Salah satu strategi yang akan dilakukan dengan melakukan penguatan penjualan di luar Surabaya. Efek rebutan pasar dengan beberapa varian baru, baru dirasakan di kota-kota besar seperti Surabaya.

“Kita masih percaya kontribusi perusahaan rent car (penyewaan mobil) dan angkutan, akan menguatkan pasar kita. Pasar seperti ini cenderung pilih mobil yang punya aftersales bagus,” lanjut Hasan. Data yang dia sampaikan tahun lalu, pembelian dari perusahaan jasa sewa mobil dan angkutan, berkontribusi hingga 35 persen untuk pasar Avanza di Jatim. (wh)