Pasar Asuransi Syariah Baru 2,7 Persen

Pasar Asuransi Syariah Baru 2,7 Persen

Kesadaran menggunakan produk asuransi syariah terus digalakkan. Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menawarkan fleksibilitas kepesertaan asuransi syariah. Yakni, sejak usia 5 bulan hingga 70 tahun. Sedang akhir masa pertanggungan asuransi syariah hingga 99 tahun.

“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat untuk melatih anak-anak agar sesuai syariah Islam,” jelas Head of Syariah Unit Manulife Indonesia, Yetty Rochyatni. Dalam konferensi pers di sela-sela seminar asuransi syariah, Selasa (10/12/2013).

Menurut dia, pihaknya menginginkan konsep asuransi syariah bisa sesuai dengan visi syariah itu sendiri, yakni rahmatan lil alamin.

Yetty menilai, pangsa pasar asuransi besar. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesa menunjukkan potensi pasar yang masih sangat besar.

“Pengelolaan fund syariah atau reksadana syariah hampir Rp 1,9 triliun. Kendati kita akui, sekarang penetrasi pasar asuransi syariah di Indonesia baru sebesar 2,7 persen,” ungkapnya.

Selain itu, nilai preminya memperlihatkan tren yang menggembirakan. Nilainya mencapai hampir Rp 50 miliar dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen. Dana pengelolaannya pun berkisar pada angka Rp 600 miliar.

Agency Director Manulife Indonesia Titus Lukito menyebutkan, jumlah polis asuransi syariah mencapai 5 persen dari total agensi asuransi skala nasional. “Sedangkan 8,5 persennya merupakan konsumen premium kami,” ujarnya. Per November 2013, jumlah polis Manulife Syariah sekitar 7.000 orang.

Meskipun membidik pasar Indonesia yang mayoritas muslim, 50 persen agensi Manulife Syariah justru non Muslim. Menurut Titus, produk syariah merupakan produk universal. Keterlibatan agensi asuransi yang non Muslim turut mendongkrak pertumbuhan industri asuransi syariah hingga 47 persen.

Titus berharap Manulife Syariah bisa merebut pasar syariah lebih besar lagi. Pihaknya mengaku telah meneken kesepakatan kerja sama dengan Bank Danamon Syariah. Selain itu, mulai tahun depan Manulife Syariah menargetkan semua agen harus memiliki sertifikasi syariah. “Untuk saat ini baru 50 persen yang ikut pemutihan (laundering),” tandasnya.

Hingga kuartal ketiga tahun 2013, Unit Syariah Manulife mencatat pertumbuhan senilai 98,95 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pihaknya yakin, dengan fleksibilitas kepesertaan tersebut, Manulife mampu menarik animo masyarakat dalam membeli produk asuransi syariah.

Di samping itu, Manulife menambah pilihan produk asuransi berbasis syariah, yakni Berkah Save Link. Berkah Save Link merupakan produk perlindungan jiwa sekaligus membantu perencanaan keuangan yang seimbang dan aman, sehingga menjadi berkah.(wh)