Partai Trump Yakin Rusia  Retas Hasil Pilpres AS

Partai Trump Yakin Rusia Retas Pilpres AS

foto: dok

 

Dua tokoh senior Partai Republik menyerukan dibentuknya komisi untuk menyelidiki dugaan peretasan yang dilakukan Rusia dalam proses pemilihan presiden Amerika Serikat bulan lalu. Seruan ini  bisa mengancam posisi Presiden terpilih Donald Trump.

Pemimpin Republik di Senat, Senator Mitch McConnel, dan Ketua Komisi Angkatan Bersenjata Senat Senator John McCain, menyerukan investigasi gabungan (Republik dan Demokrat) untuk menyelidiki peretasan Rusia. Ini setelah Jumat pekan lalu intelijen AS resmi menyatakan Rusia memang membajak Pilpres AS dengan cara meretasnya demi memenangkan Trump.

“Setiap negara asing yang membobol sistem keamanan  cyber kita adalah penggangu dan saya mengutuk keras upaya-upaya seperti itu,” kata McConnell dalam jumpa pers seperti dikutip Reuters. “Ini jelas bukan lagi masalah partisan (masalah satu pihak saja).”

Dan memang para senator Republik dan Demokrat telah mengungkapkan akan bekerja sama menyelidiki peran Rusia pada Pemilu 8 November lalu.

McConnell tadinya meragukan kebenaran dari laporan intelijen AS itu. Tetapi setelah Trump enggan memasalahkan Rusia, dia berbalik mengatakan sangat percaya pada penilaian dinas-dinas intelijen AS, khususnya CIA.

Tindakan McConnell dan legislatif  itu bertolak belakang dengan Trump yang justru menyebut laporan intelijen negerinya sendiri itu sebagai “menggelikan” dan tidak percaya laporan intelijen itu dari CIA.

John McCain yang sangat memusuhi Presiden Rusia Vladimir Putin juga mendukung pembentukan komisi bersama atau bipartisan (melibatkan Republik dan Demokrat) untuk menyelidiki ulah Rusia dalam mempengaruhi hasil Pilpres di AS itu. “Jelas Rusia telah melakukan intervensi,” kata McCain kepada “Face the Nation, CBS. “Sekarang, apakah mereka berniat mengintervensi pada tingkat bahwa mereka berusaha memilih seorang kandidat tertentu, saya kira itu adalah subjek penyelidikan. Tapi faktanya jelas sekali. Mereka memang meretas kampanye ini.”

Dia tidak berkeberatan jika Presiden Barack Obama membuat Kepres untuk penyelidikan ini, namun baginya lebih baik dilakukan dengan keterlibatan dan persetujuan Kongres. “Yang akan kami lakukan sementara ini adalah membentuk sebuah subkomisi pada Komisi Angkatan Bersenjata. Kami akan meminta Senator Lindsey Graham, yang sama cerdasnya dengan yang lain dalam masalah ini, untuk menjadi ketua, bersama dengan Demokrat pintar lainnya. Dan kami akan menyeliki masalah ini. Kami akan menyelidikinya sesegera mungkin karena masalah siber bukanlah masah yang statis.” (rtr/ant)