Pariwisata Indonesia Ditarget Tumbuh 8 Persen

Pariwisata Indonesia Ditarget Tumbuh 8 Persen

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan pertumbuhan pariwisata sebesar 8 persen tahun 2014 ini. Menparekraf, Mari Elka Pangestu mengungkapkan, tahun 2013 lalu jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 248 juta. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 8,802 juta perjalanan.

“2014 kami targetkan naik dari sisi wisman menjadi 9,3-,9,5 juta atau pertumbuhan sekitar 6-8 persen. Untuk wisnus diharapkan menjadi 251 juta perjalanan,” ujarnya di Hotel Shangri-La, Surabaya.

Mantan Menteri Perdagangan itu memaparkan, pariwisata Indonesia menyumbang 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) atau senilai Rp 347,35 triliun. Sedangkan kontribusi devisa dari sektor pariwisata ini sebesar USD 10.054,2 juta atau sekitar 5,32 persen.

Sektor pariwisata juga mendorong investasi domestik. Rata-rata pertumbuhannya selama periode 2009-2013 sebesar 52 persen. “Bahkan untuk penyerapan tenaga kerja, pariwisata menyerap 10,18 juta tenaga kerja. Partisipasi perempuan cukup baik, sekitar 33,5 persen atau 3,4 juta orang,” rincinya.

Ke depan, pihaknya merencanakan pengembangan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Pengembangan kawasan tersebut dicanangkan sampai tahun 2025 mendatang. Ia menyebut kawasan itu terbagi atas berapa kriteria. Di antaranya Kawasan yang berbasis darat (land base) dan kepulauan (archipelagic/marine base).

Mari mengungkapkan, untuk itu, beberapa langkah pengembangan harus jelas. “Ke-88 KSPN itu variasinya banyak. Namun tidak semua sudah cukup mapan, namun ada yang harus mulai dari nol, ada pula yang perlu direvitalisasi,” tuturnya. Perbaikan infrastruktur menjadi inti pengembangan.

Selain itu, pengembangan konsep yang holistic dan komprehensif amat dibutuhkan. Dengan begitu, katanya, sisi pariwisata menjadi berkelanjutan karena mengutungkan berbagai sisi. Baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan juga lingkungan.

“Kita harus sangat garis bawahi bahwa komunitas setempat harus dapat keuntungan dari pengembangan pariwisata. Maka dari itu, fokus kepada SDM dan ekonomi kerakyatan. Justru ekonomi kreatif akan menjadi titik-titik yang bisa dikembangkan,” jelasnya. Sebab kalau pariwisata berkembang, lanjut mari, ekonomi kreatif akan berkembang pula. “Nanti pasti perlu souvenir, pasti perlu kuliner. Pasti perlu banyak hal yang bisa memakai kreativitas penunjang lainnya,” imbuhnya.(wh)