Panitia Unilever Hanya Ajukan Massa 100 Orang

 

Panitia Unilever Hanya Ajukan Massa 100 Orang

Polrestabes Surabaya mendalami kasus pembagian es krim gratis di Taman Bungkul yang mengakibatkan rusaknya taman kota. Ini menyusul laporan dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Chalid Buhari

Ada dua orang yang dilaporkan DKP Surabaya ke polisi. Mereka adalah penyelenggara acara pembagian es krim bertajuk Wall’s Ice Cream Day, yaitu Ngisom Fadhilah dan Budhi Santoso. Keduanya menjabat Assistant Area Sales Manager Ice Cream PT Unilever Indonesia Tbk.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar (Kombes) Polisi Setija Junianta kepada wartawan mengatakan, pihak penyelidik hingga kini terus menyelidiki kasus tersebut. “Terus kami perdalam laporan tersebut,” katanya, Selasa (13/5/2014).

Ditambahkan perwira dengan tiga melati di pundak tersebut, pihak penyidik Polrestabes Surabaya belum menentukan jeratan terhadap pihak penyelenggara bagi-bagi es krim gratis.

Soal perizinan dari kasus bagi-bagi es krim gratis yang menimbulkan rusaknya tanaman, memang sebelum pelaksanaan pihak penyelenggara mengajukan permohonan pada Polsek Wonokromo.

”Informasinya memang ada dari Polsek Wonokromo, namun tidak sampai ke Satintel Polrestabes,” kata Setija.

Mekanisme pengajuan izin kegiatan yang mendatangkan banyak massa, alurnya dari Polsek setempat mengajukan rekomendasi ke Satintel Polrestabes Surabaya. Setelah itu Polrestabes Surabaya memberikan rekomendasi ke Polda Jatim, baru kegiatan itu disetujui. Tapi dalam bagi-bagi es krim kali ini, menurut Setija pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin.

Berdasarkan informasi dari Polsek Wonokromo, ternyata dalam pengajuan dari pihak penyelenggara, bertuliskan massa yang akan datang hanya 100 orang. Ternyata saat pelaksanaan, massa yang datang mencapai puluhan ribu, sehingga menyebabkan rusaknya tanaman di Taman Bungkul, dan taman di sepanjang Jalan Raya Darmo.

”Informasi yang saya terima, dalam permohonan itu hanya tertuliskan massanya 100 orang, tapi ternyata sangat banyak yang datang. Ini akan telusuri dan dalami,” kata Setija.

Kata dia, kejadian rusaknya tanaman karena dilakukan oleh massa yang berebut ingin mendapatkan es krim secara gratis. “Karena melibatkan massa dalam jumlah besar dan kami masih mempelajari apakah ada unsur kelalaian yang timbul dari pihak penyelenggara,” jelasnya. (wh)