Pangeran Arab Ditangkap Selundupkan 2 Ton Narkoba

Polisi Narkoba yang Dibekuk di Malaysia Dikenal Raja Selingkuh

Seorang pangeran Arab Saudi termasuk salah satu dari lima orang yang ditangkap di Lebanon karena dugaan menyelundupkan 2 ton pil amphetamine keluar dari negara itu dengan pesawat jet pribadinya, Senin (26/10) waktu setempat.

Seorang petugas bandara di Beirut mengatakan pihaknya berhasil menggagalkan salah satu upaya penyelundupan narkoba terbesar dalam sejarah negara itu, ketika para petugas menghentikan pemuatan pil Captagon ke dalam pesawat.

Pejabat itu mengatakan Pangeran Arab dan empat orang lainnya ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Namun tidak disebutkan identitas masing-masing tersangka. Pil-pil itu dikemas dalam 32 paket dan delapan koper, menurut keterangan seorang petugas keamanan.

“Operasi penyelundupan ini adalah yang terbesar yang pernah digagalkan lewat Bandara Internasional Beirut,” kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu seperti dikutip AFP.

Kantor berita pemerintah Lebanon, NNA, juga memberitakan operasi narkoba itu, dan menyebutkan pesawat jet tersebut hendak berangkat ke Hail, Arab Saudi, dengan membawa 40 koper berisi Captagon.

Captagon adalah merk pil jenis amphetamine phenethylline, termasuk jenis narkoba namun banyak dikonsumsi di Timur Tengah dan dikabarkan juga banyak digunakan oleh para pejuang di Suriah.

Narkoba jenis ini sangat populer di Lebanon dan Suriah, yang menjadi gerbang masuk peredaran narkoba menuju Timur Tengah dan terutama kawasan Teluk. (bst)