Pangan Stabil, Tapi Butuh Pemerataan Pasokan

Pangan Stabil, Tapi Butuh Pemerataan Pasokan

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Di masa pandemi, banyak negara di dunia bakal mengalami krisis pangan. Namun, hal ini rasanya tidak akan terjadi di Indonesia.

“Saat ini, kondisi pangan Indonesia relatif stabil. Hasil panen kita mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Namun tantangan yang dihadapi bidang pangan ini adalah pemerataan pasokan,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (25/7/2020).

Menurut Kresnayana, pemerataan ini tidak hanya dalam bidang logistik saja. Tapi memaksimalkan sumber daya di wilayah masing-masing. Untuk logistik, saat ini sudah ada beberapa ruas jalan tol yang dibangun. Hal ini akan memudahkan petani dan pelaku usaha.

“Dengan makin mudahnya tranportasi dan logistik ini, menjadi peluang masyarakat untuk meningkatkan daerahnya dengan memaksimalkan potensi daerah,” tutur pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Menurut di, di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, ketersediaan pangan sangat berlimpah. Untuk menghadapi tantangan di era pandemi, dapat memaksimalkan seluruh potensi daerah.

“Contohnya di Jawa Timur bagian timur, banyak daerah di sana yang punya sumber daya besar dan belum dimaksimalkan,” terang Kresnayana.

Perlu diketahui, pada triwulan pertama 2020, nilai konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 2,84 persen dibandingan waktu yang sama di tahun sebelumnya (yoy). Sedangkan untuk ekspor barang dan jasa juga tumbuh sekitar 0,24 persen.

“Hal ini mau menggambarkan, di tengah pandemi seperti sekarang , ekspor kita juga punya peluang tersendiri. Ke depan sektor ini diperkirakan masih dapat tumbuh,” urainya. (wh)