Panen Cengkih Terkendala Cuaca Buruk

 

Panen Cengkih Terkendala Cuaca Buruk

Sepanjang 2013, panen cengkih tidak optimal lantaran terhambat cuaca. Data dari Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), tahun lalu hasil panen hanya tercapai 70.000 ton. Sementara dari total hasil panen tersebut sepertiganya gagang atau tangkai saja.

“Angka tersebut memang jauh dari ideal. Dengan luas lahan 400.000 hektar secara nasional, ideal panen harus tercapai 100.000 ton. Tetapi itu kalau kondisi normal. Bila cuaca buruk, tentu berdampak pada produktivitas panen. Tahun ini saja sulit memprediksi apakah lebih baik atau justru turun. Sebab, cuaca kerap berubah-ubah,” ungkap Sekjen APCI Ketut Budiman Mudara, kemarin (8/5/2014).

Kata dia, dampak dari penurunan produktivitas panen ini adalah semakin sedikitnya cengkih di pasaran. Sejumlah petani memasukkan tangkai untuk memenuhi kebutuhan industri rokok. Meskipun beratnya hanya sepertiga saja, tapi secara kualitas memang tidak sebagus bunga cengkih.

Harga cengkih dipasaran saat ini berkisar Rp150.000 per kilogram, sementara untuk tangkai Rp 5.000 perkilogram. Gambaran ini menunjukkan minimnya hasil panen akibat anomali cuaca.

Budiman mengakui lahan seluas 400.000 hektar itu dianggap sudah cukup. Saat ini kita berupaya mengoptimalkan lahan yang ada. Kalaupun untuk menambah luas, juga tidak memungkinkan. Selain faktor cuaca juga petani memilih sistem tumpang sari,” ungkapnya.

Lahan cengkih rata-rata dimiliki petani dibanding dimiliki industri. Selain itu petani juga menanam tanaman musiman selain tanaman semusim. Seperti tanaman cengkih dengan kelapa, atau dengan karet atau tanaman lainnya.

“Kita tidak ingin menambah lahan, karena bisa berdampak pada over suplai. Bila ini terjadi, harga pasti jatuh,” tegasnya. Budiman juga menerangkan faktor lain yang menyebabkan produktivitas panen jatuh adalah serangan hama atau jamur.

Kontribusi cengkih ini lebih banyak diserap oleh industri rokok kisaran 95 persen, sedangkan sisanya untuk kebutuhan konsumsi, seperti minyak, bumbu masak, dan kue. (wh)