Pandemi, Rijaman Ajak Pulang Kampung Lewat Lukisan Pointilisme

Pandemi, Rijaman Ajak Pulang Kampung Lewat Lukisan Pointilisme

Rijaman menjelaskan karyanya kepada pengunjung.foto:artika

Pandemi Covid-19 telah memasuki tahun kedua dan belum ada tanda-tanda akan membaik. Banyak dari kita yang dengan sabar mengurangi mobilitas. Termasuk menahan diri untuk pelesir atau mengunjungi sanak-saudara di desa. Padahal kita amat merindukan melihat hamparan sawah hijau yang membentang khas kampung halaman, suatu pemandangan yang menghilangkan penatnya kesibukan bekerja.

Inspirasi tak lekang waktu pedesaan itulah yang juga menjadi favorit pelukis pointilisme, Rijaman, dalam berkarya. Sebanyak 30 lukisan Pointilisme dipamerkan di Food Junction Grand Pakuwon sejak Sabtu  (26/6/2021) hingga sebulan ke depan.

Pelukis yang sudah berkecimpung lebih dari 40 tahun itu mengaku paling sering melukis dengan objek hutan lebat maupun pemandangan sawah. Terutama saat petani sedang panen raya. Alasannya sederhana, karena ia tak mau membebani penikmat agar repot-repot menganalisa lukisan yang abstrak.

“Saya ingin orang bisa merasakan atau menikmati keindahan lukisan pointilisme dengan aneka ragam kegiatan yang terlukis di dalamnya. Nah, rata-rata pecinta lukisan mencari lukisan tentang kegiatan bekerja, bagaimana susahnya menyambung hidup untuk meraih kesuksesan demi masa depan. Nggak yang ruwet-ruwet,” tuturnya.

Harapannya, lukisan tentang sawah secara tersirat menularkan kegembiraan dan kesederhanaan hidup di pedesaan bagi orang-orang kota. Mengutip George Seurat, maestro pointilisme asal Prancis, seorang pelukis dapat menggunakan warna untuk menciptakan harmoni dan emosi dalam seni. Maka tak berlebihan jika Rijaman ingin mendekatkan seni lukis aliran pointilisme yang jarang digeluti pelukis lain dan diketahui masyarakat tersebut.

Mengenal Lukisan Pointilisme

Lukisan Pointilisme ialah lukisan yang dibentuk dari sentuhan ribuan titik-titik warna. Berbeda dengan jenis lukisan biasa yang dibuat melalui sapuan kuas, ribuan titik dalam Pointilisme diciptakann secara harmoni menjadi lukisan yang artistik dan ekspresif.

“Kalau dilihat dari jarak tertentu, lukisan pointilisme akan terlihat naturalis. Tapi bila dilihat cukup dekat akan terasa kasar dan kabur,” ucapnya.

Di Indonesia, tak banyak pelukis yang menggeluti aliran pointilisme. Tercatat hanya dua orang yang masih setia dengan pointilisme ini, yakni Rijaman di Surabaya dan Keo Budi Harijanto di Malang.

“Di era digital sekarang, orang mengenal televisi, smartphone, internet, yang semuanya tersusun dari titik-titik. Saya ingin bawa titik-titik pointilisme di zaman modern,” katanya. (artika farmita)

Biografi Rijaman

Rijaman sendiri bukan berasal dari keluarga bukan seniman, tapi sedari kecil sudah menunjukkan bakat menggambar. Dengan alat bahan seadanya seperti kapur, arang, dan pensil, Rijaman kecil selalu bisa menghasilkan corat-coret yang tidak biasa bagi anak seusianya.

Pria 64 tahun itu menemukan aliran pointilisme secara tidak sengaja. Semula ia menekuni seni lukis aliran naturalisme. Namun tanpa disadari, ia menikmati ketukan kuas yang spontan ia goreskan pada lukisannya saat menimba ilmu di Pusat Pembinaan Pendidikan Kesenian Jawa Timur (PUSBINDIKNI) di Taman Budaya Surabaya tahun 1979. Ia pun mengaku jatuh cinta pada Pointilisme.

Kontak: Rijaman (082139395133)

Pengalaman Pameran:
Pameran Tunggal Lukisan Pointilisme 20 kali
1. 1982, 1984: Pameran di Taman Budaya Surabaya.
2. 1985, Pameran di Hyatt Hotel Surabaya
3. 1990, Pameran di Garden Palace Hotel Surabaya.
4. 1990, 2006: Pameran di IFI ( Pusat Kebudayaan Perancis ) Surabaya.
5. 1991: Pameran di Natour Hotel Simpang Surabaya.
6. 1991, 1991: Pameran di Mirama Hotel Surabaya.
7. 1991: Pameran di Elmi Hotel Surabaya.
8. 1995 : Pameran di Radisson Hotel Surabaya.
9. 1996 : Paneran di Novotel Hotel Surabaya.
10. 1997, 2002, 2003, 2005, 2015 : Pameran di Tunjungan Plaza Surabaya.
11. 2016 : Pameran di Marvell City Mall Surabaya.
12. 2020 : Pameran di Plaza Gresik.
13. 2021 : Pameran di Food Junction – Grand Pakuwon Surabaya.
*Pameran berkelompok 15 kali
**Lukisan pointilisme pernah dikoleksi dalam dan luar negeri