Pandemi Covid-19, Pelaku Usaha PE Bagi Sembako dan Maksi

Pandemi Covid-19, Pelaku Usaha PE Bagi Sembako dan Maksi

foto: ist

Beberapa pelaku usaha Pahlawan Ekonomi (PE) ikut berbagi di tengah pandemi corona (Covid-19). Itu diwujudkan dengan pemberian bantuan untuk mereka yang membutuhkan.

Diah Arfianti, owner Diah Cookies, membagikan ratusan paket sembako untuk ojek online (ojol). “Minggu lalu kita siapkan 50 paket. Hari ini kita siapkan lagi 50 paket,” katanya.

Bingkisan paket tersebut berisi beras, minyak, mie instan, selai, dan sarden. Sebelumnya, dia menyediakan nasi bungkus bagi ojol yang mengirim barang Diah Cookies.

“Terus aku mikir lagi, kalau nasi bungkus cuma ojol yang makan. Kalau sembako kan bisa dibawa pulang. Bisa untuk keluarga di rumah,” tandas perempuan berjilbab itu.

Dia menuturkan alasan pemberian pemberian sembako ini. Di mana dia sempat berbincang dengan para ojol yang mengambil kiriman di Diah Cookies. Mereka mengaku kondisinya sedang sulit. Orderan sepi. Bahkan ada yang gak dapat order sama sekali.

“Lha kalau membagi sembako di jalan, kondisi sekarang agak riskan. Jadi kami memutuskan siapa pun ojol yang kirim Diah Cookies itu yang kami bagi, ” tutur dia.

“Alhamdulilah, dengan program peduli ini  tiap hari kiriman lumayan banyak, hingga 50 paket sembako yang kami sediakan habis dalam 2-3 hari,” imbuh Diah.

Lain halnya dengan Sufianto Arif, owner Segosoge. Dia ikut mendukung areng komunitas Kalakrisis Surabaya yang digawangi dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Programnya menggalang bantuan berupa asupan nutrisi, APD, dan dana untuk tenaga kesehatan 11 rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya.

“Ini hanya sedikit yang bisa saya berikan. Semoga bisa menemani maksi (makan siang) buat para tenaga medis yang berada di garda depan melawan virus Covid 19 ini,” ujar Arif yang menyerahkan puluhan cup Segosoge.

Arif berharap bisa terus ikut serta dengan program ini. Paling tidak sampai kondisi benar-benar aman. Sampai semua kondisi pulih seperti sedia kala. (wh)