Pandemi, 40-50 Ribu Penumpang melalui Bandara Juanda

Pandemi, 40-50 Penumpang melalui Bandara Juanda

Didik Suryanto bersaa Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Didik Suryanto, Co General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda, menjelaskan, masa nomal rata-rata dalam satu hari ada 40-50 ribu penumpang melalui Bandara Juanda.

“Namun, setelah terjadi pandemi pada Maret angka lalu lintas penumpang di Bandara Juanda menurun secara signifikan,” ujarnya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (4/9/2020). Acara yang ini dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya.

Didik mengatakan, jika dibandingkan bulan yang sama tahun yang berbeda, Januari 2020, lalu lintas penumpang yang melalui Bandara Juanda hanya selisih 1 persen atau dengan kondisi normal.

Lalu pada Februari, angkanya naik sekitar 0,27 persen. Pada Maret, angka lalu lintas turun menjadi minus 23 persen. Lalu, yang lebih parah pada April, angkanya drastis menurun minus 80,3 persen. Pada Mei menjadi minus 93 persen.

“Penurunan drastis lalu lintas penumpang ini terjadi dikarenakan pada bulan-bulan tersebut ada program pembatasan yang hingga menyebabkan beberapa maskapai berhenti beroperasi,” cetus Didik.

Namun, pada Juni naik menjadi minus 89 persen dan pada Juli menjadi minus 70 persen. Sedangkan Agustus nilainya minus 66 persen.

“Sedangkan untuk bulan Agustus ini ada banyak hari libur, sehingga dapat menaikkan sedikit lalu lintas penerbangan di Bandara Juanda,” ujarnya.

Selama pandemi, sambung Didik, Bandara Juanda memfokuskan arus lalu lintas melalui Bandara Juanda  Terminal I. Selain itu, kata Didik, pihaknya juga mengefektifkan gate yang semula 12 menjadi 5 saja yang difungsikan secara optimal.

Tidak hanya itu saja, Didik mengaku, pihaknya juga berusaha memersiapkan protokol kesehatan di wilayahnya. Di antaranya mensyaratkan pemakaian masker, penggunaan rapid test bagi para penumpang yang ingin berpergian dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, Bandara Juanda tidak dirancang untuk protokol kesehatan. Namun, sesuai peraturan, Didik berkomitmen jika pihaknya sebisa mungkin mengikuti aturan tersebut.

“Di antaranya memberikan tanda garis antrean, memberikan tanda di tempat duduk ruang tunggu dengan jarak aman dan lain sebagainya,” tandasnya. (wh)