Pamor Facebook Meredup

Pamor Facebook MeredupPenelitian dari Departemen Anthropologi University College, London, mengungkapkan bahwa para remaja menilai Facebook sudah tak asyik lagi. Kaum remaja di Eropa kini mulai bosan menggunakan jejaring besutan Mark Zuckerberg itu, dan memilih jejaring sosial lainnya.

Satu hal paling mengganggu keasyikan mereka adalah orang tua mereka berbondong ikut bergabung dan memiliki akun Facebook.

Penelitian yang didanai Uni Eropa ini meneliti remaja berusia 16-18 tahun di tujuh negara Eropa. Para remaja ini kini sudah tak nyaman dengan Facebook. Kondisi ini berbalik dibanding sebelumnya. Dulu, para orang tua cemas anaknya bermain Facebook.

Kini, para remaja malu bermain Facebook karena orang tua mereka ikut bergabung. Para remaja itu kini tak lagi leluasa bersuara di Facebook. Bermain Facebook, kata mereka, ibratnya serasa duduk di meja makan malam keluarga.

Daniel Miller, profesor material culture dari University College menilai Facebook tak hanya turun pamornya di mata remaja. “Tapi sudah mati dan terkubur,” ujarnya, seperti dikutip Cnet, baru-baru ini.

Sebagai gantinya, mereka mulai memilah jenis-jenis sosial media yang disesuaikan dengan fungsinya. Mulai dari Snapchat, Instagram, Twitter, hingga WhatsApp. Untuk hal-hal yang sensitif dan kelakar, mereka menggunakan jejaring sosial Snapchat.

Bagi remaja, jejaring ini menarik karena tak ada data yang disimpan. Tak heran, Facebook beberapa waktu lalu berniat membelinya hingga US$ 3 miliar.

Untuk foto dan gambar, para remaja menggunakan Instagram, yang kini dimiliki Facebook.

Untuk bertukar pesan dengan orang terdekat, mereka memakai WhatsApp. Sedangkan untuk suara-suara yang memang diniatkan untuk publikasi, mereka menggunakan Twitter.(tempo/bh)