Pameran Memetri Kriya di House of Sampoerna

Pameran Memetri Kriya di House of Sampoerna

House of Sampoerna (HoS) bekerjasama dengan UNESA Jurusan Seni Rupa menggelar pameran bertajuk Memetri Kriya di Galeri HoS,  24 November 2017 hingga 6 Januari 2018.

Seni kriya adalah sebutan untuk karya yang penggarapannya sarat dengan ketrampilan tangan, mempunyai nilai estetika yang tinggi, namun tetap fungsional. Pada seni kriya, para Pande atau Kriyawan berkreasi dengan menggunakan teknik warisan para leluhur, seperti karya kriya logam dengan teknik ukir menggunakan alat pahat ukir logam dan landasan jabung, kriya keramik dengan teknik tekan, pilin dan bidang, karya batik dengan menggunakan canting dan malam sebagai perintang warna dan kriya kayu dengan teknik ukir menggunakan pahat ukir kayu.

Pada perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, beberapa bahan maupun peralatan sudah tidak lagi dapat ditemukan dan harus digantikan peralatan lebih modern. Namun untuk menciptakan karya yang beridentitaskan Indonesia, peralatan modern ini digunakan hanya sebagai alat penunjang. Ketrampilan tangan para Pande tetap merupakan modal utama penciptaan sebuah karya kriya.

Penciptaan kriya berkonsep kekinian dengan tetap menjaga proses pembuatannya sesuai dengan warisan Pande leluhur, dapat dilihat pada karya yang ditampilkan oleh Jafar Huda Cahyanto berjudul “Maha Atma”, yang menggunakan logam wudulan dan endak-endakan yang diukir indah pada tembaga, beton eser dan kayu mahoni.

Juga tak kalah unik adalah karya Singgih Prio Wicaksono dengan judul “Konsumsikillme” karya pahatan yang menggunakan media kayu mahoni, sampah kemasan dan resin ini dimaksud untuk mengkritisi budaya konsumerisme yang tumbuh pesat di masyarakat saat ini, yang tanpa disadari akan menimbulkan dampak kerusakan pada ekosistem.