PAL Mulai Bangun Infrastruktur untuk Kapal Selam

PAL Mulai Bangun Infrastruktur untuk Kapal Selam

 

Proyek pembangunan kapal selam yang pertama kali di PT PAL Indonesia akan dimulai April mendatang. Pembangunan ini baru tahap infrastruktur yang meliputi gedung dan fasilitas senilai USD 150 juta atau setara Rp 1,7 triliun.

Pembangunan infrastruktur ini diperkirakan memakan waktu sekitar 7 bulan atau diharapkan tuntas November 2014. Sementara proses produksi atau pembangunan konstruksi kapal selam, baru dimulai pada tahun 2015.

“Saat ini kita sedang melakukan persiapan secara menyeluruh. Diantaranya penyediaan lahan, fasilitas, dan anggarannya. Karena alokasi anggaran yang ada baru untuk fasilitas saja,” kata Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Indonesia Saiful Anwar, Jumat (21/3/2014).

Sementara alokasi anggaran untuk pembangunan konstruksi kapal selam baru dibahas ditingkat kementerian. Dia menegaskan, alokasi itu baru diketahui setelah Kementerian Pertahanan selaku pemilik proyek mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

Saiful lalu menjelaskan, PT PAL Indonesia baru pertama kali membangun kapal selam hasil kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan, DSME. Dimana PT PAL Indonesia mengirim 206 tenaga ahli untuk belajar desain dan pembangunan kapal selam.

”Nantinya kita membangun tiga unit, dua unit sepenuhnya dibangun di Korea Selatan dan dalam proses. Sedangkan satu unit lainnya kita yang membangun. Sepenuhnya kita,” tegasnya.

Kapal ketiga ini nantinya dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah mengikuti transfer of technology (ToT atau alih teknologi), di PT PAL Indonesia.

Terpisah, Direktur Operasi PT PAL Indonesia Edy Widarto mengatakan, pihaknya telah menyediakan lahan dan infrastrukturnya. Sementara untuk sub kontraktor untuk pembangunan infrastruktur ini adalah Waskita Karya.

Pembangunan kapal selam pertama ini disebutkan Edy masih didominasi produk impor. Tetapi dalam beberapa tahapan, komposisi lokal harus lebih dominan dibanding komposisi impor. Edy menyebut saat ini di Cilegon telah dibangun posko untuk penyediaan material khusus kapal selam.

”Saat ini memang masih di-support oleh pihak asin. Tetapi kedepannya kita akan membangun dengan kandungan konstruksi lokal. Bahkan dalam beberapa tahun kedepan, sepenuhnya kandungannya dominan lokal,” tutup Edy.

Pembangunan kapal selam ini diharapkan bisa memberi kontrbusi revenue sebesar 30 persen tahun ini. Selain itu divisi kapal perang (selam), kontribusi lainnya diharap didapat dari Divisi General Engineering (GE) yang membangun kapal offshore. (wh)