PAL Indonesia Gandeng Belanda Garap Frigate

PAL Indonesia Gandeng Belanda Garap Frigate

Kementerian Pertahanan RI menginvestasikan USD 220 juta untuk membangun frigate atau kapal Perusak Kawal Rudal (PKR). Sedikitnya Kemenhan memesan tiga kapal yang semuanya dikerjakan bersama dengan perusahaan asal Belanda, DSNS (Damen Schelde Naval Shipbuilding).

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio selaku Komisaris Utama PT PAL Indoensia menyatakan, kapal ini memiliki kelengkapan operasional untuk menjaga kedaulatan RI. Dijumpai disela-sela keel laying, Rabu (16/4/2014), kapal ini dipersenjatai dengan berbagai jenis senjata.

“Kapal ini memiliki kemampuan menghadapi peperangan permukaan, yang sudah dilengkapi peluru kendali (rudal). Selain itu juga torpedo untuk melawan peperangan dibawah air, dan helikopter yang bisa membawa torpedo,” jelasnya.

Laksamana Marsetio tak lupa juga menyebutkan frigate sudah dipersenjatai rudal untuk mengantisipasi peperangan udara serta peperangan elektronik atau walfare. Proyek pembangunan frigate ini sudah termasuk dengan senjata untuk kapal ini.

Keterlibatan DSNS ini adalah transfer of technology (ToT). Dimana utusan PT PAL mentransfer teknologi pembuatan kapal militer di DSNS di Belanda. Pihak DSNS juga mengirim utusan ke PT PAL Indonesia saat pembuatan modul.

“Kapal pertama ini dibangun dengan enam modul, dimana empat modul dibangun di Indonesia, sedangkan dua modul dikerjakan di Belanda. Tentunya pembangunan modul di Eropa juga dilakukan oleh utusan asal PT PAL Indonesia,” urainya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin menyebut proyek pembangunan ini menelan biaya USD 220 juta untuk tiga kapal. “Tiga kapal yang merupakan salah satu program kementerian pertahanan ini nantinya digunakan TNI AL untuk menjaga kedaulatan RI,” sebut Firmansyah Arifin.

Dalam keel laying  kemarin dihadiri pula Duta Besar Belanda untuk RI, Tjeerd F. De Zwaan, Managing Director DSNS Hein van Ameijden, dan Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemenhan RI. (wh)