Pakuwon Optimistis Sektor Properti Meroket

 

Pakuwon Optimistis Sektor Properti Meroket

Bisnis sektor properti pada 2015 diprediksi akan meroket seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi pasca masa transisi. Indikatornya, membaiknya suhu politik dan daya beli masyarakat yang membawa dampak pada sektor properti.

Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi, optimistis sektor properti kian menjanjikan pada periode 2015-2018. Tahun depan diperkirakan menjadi start yang baik, sehingga pada 2016-2018 akan tumbuh seperti saat 2011-2013 lalu.

“Saya kira wacana pencabutan subsidi BBM berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai double digit. Sehingga sektor properti bergerak sangat cepat seperti 2011-2013 lalu,” kata Sutandi, kemarin (23/10) disela-sela peresmian Grand Islan di Pakuwon City.

Dia menambahkan, sektor property untuk sejumlah kota besar akan semakin vertikal dibanding landed. Konsep high rest (apartemen) diperkirakan jauh lebih efisien untuk memerbanyak ruang terbuka hijau. Sebab skema KPA jauh lebih ringan dibanding landed, meski saat ini komposisi landed dan high rest masih berimbang.

Pakuwon sendiri telah mengantisipasi dengan berbagai konsep hunian baik high rest maupun landed. Untuk landed, Pakuwo menyiapkan mega proyek di Grand Pakuwon di Tandes seluas 300 hektar, dan The Peak Residence di atas Tunjungan Plaza 5.

“The Peak Residence mungkin menjadi bangunan tertinggi di Indonesia, karena mencapai 200 meter,” tegas Sutandi.

Sementara untuk Grand Islan sendiri dibangun sebanyak 250 unit diarea 10.000 meter  peresgi. Jumlah tersebut terdiri dari bangunan dua lantai sebanyak 210 unit untuk bangunan dua lantai, dan sisanya adalah bangunan tiga lantai. Untuk bangunan tiga lantai tersisa 6 unit. (wh)