Pakuwon Food Festival, Jujugan Komunitas Kuliner

Musik akustik mengalun ringan. Lagu-lagu terkini dimainkan denganmini band tersaji secara live, namun dengan improvisasi nada yang kaya. Sementara penikmat kuliner hilir mudik memilih menu yang disediakan tiap tenant.

Asap makanan panggang maupun bunyi gemericik minyak penggorengan bersahutan. Hampir tiap hari, Food Festival di Pakuwon City Surabaya, ramai dikunjungi. Sejak 2008, Pakuwon Food Festival di ujung timur kota ini bukanlah jujugan makan sembarangan.

Seratus tenant menawarkan berbagai menunya. Ada kupang lontong, nasi bakar, aneka sate, tahu campur, sampai ikan bakar. Yang lain ada steak, roti prata, martabak India, dan aneka Chinese Food. Soal minuman, tak perlu khawatir. Wedang jahe, ronde, aneka teh, kopi, tersaji siap dipilih. Mulai menu makanan dan minuman nusantara, hingga manca negara. Dari yang resep tradisional, sampai modern. Semuanya tersedia.

Menurut Public Relation East Coast Food Festival, Kukuk F. Soeharno, jumlah pengunjung yang datang pun tak main-main. “Jumlah pengunjung, kami menghitungnya dari jumlah mobil yang masuk. Asumsinya, 1 mobil berisi 2 orang. Kalau weekend (Jumat-Minggu) 5.500 mobil atau sekitar 11.000 pengunjung,” paparnya.

“Sementara saat weekdays (Senin-Kamis) mencapai 3.500 mobil alias 7.000 orang. Rata-rata mereka datang dari kalangan menengah maupun kelas atas,” imbuh Kukuh.