Pakar Video Maker Indonesia Bagi Tips jadi Sineas Muda

Pakar Video Maker Indonesia Bagi Tips jadi Sineas Muda
Banyak Cincong (Bacin) komunitas video maker asal Semarang saat membagi pengalaman dengan siswa-siswi SMA dan SMK se-Surabaya di Graha Sawunggaling, Rabu (28/1/2015).

Ratusan pelajar SMA dan SMK se-Surabaya dibuat ngakak saat belajar menjadi sineas muda di lantai 6 Graha Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Rabu (28/1/2015) siang.

Ini karena mereka melihat aksi kocak yang dilakukan para video maker di YouTube. Satu di antaranya komunitas YouTuber asal semarang, Banyak Cincong (Bacin) yang melakukan stand-up komedi degan sajian berbeda.

“Ceritanya emang nggak jelas. Kita punya ide langsung kita buat aja. Kebetulan saat berkunjung ke Surabaya ini kita juga buat beberapa video lucu tentang Surabaya,” jelas Gita, salah satu personel Bacin.

Tak pelak aksi kocak Bacin di Youtube ini disambut gelak tawa dari ribuan pelajar yang memenuhi Graha Sawunggaling. Kebanyakan pelajar mengaku baru kali pertama melihat video maker seperti ini. Stand up komedi dengan variasi akting dirasa begitu fresh bagi pelajar yang mayoritas doyan lihat situs YouTube.

“Asyik dilihatnya. Beda dengan video kocak yang biasa di YouTube. Bagi saya ini sangat menginspirasi, karena dari dulu saya juga ingin bua video lucu dan diunggah ke YouTube,” terang Hadi, salah satu siswa SMAN 3 Surabaya.

Pakar Video Maker Indonesia Bagi Tips jadi Sineas Muda

Tidak hanya video kocak, bagi pelajar yang suka dengan dunia fashion pun diberikan pengetahuan tentang update perkembangan fashion. Di antaranya seperti yang dilakukan oleh Minyo yang tampil mempesona pelajar dengan dandanan masa kininya.

Melalui videonya yang tersebar di YouTube, dara cantik asal Bandung ini memberi tips merawat rambut bagi remaja perempuan. Mulai dari cara mewarnai rambut hingga cara memperlakukan mahkota kecantikan kaum hawa ini.

“Intinya kita harus tampil cantik dan semaksimal mungkin. Temen-temen kan lihatnya aku ini selalu happy terus, resepnya adalah dengan selalu refresh dan tampil mempesona,” kicau Minyo dengan nada centil ala Syahrini di YouTube yang diputar rame-rame saat itu.

Tentunya di YouTube tidak hanya itu saja. Masih banyak konten lain yang bisa dijajal siswa. Seperti yang dilakukan JKTU asal Jogjakarta yang berhasil membius pelajar karena aksi heroik sang Gatot Kaca dengan animasi 3 dimensi.

Salah satu anggota JKTU, Niky, menjelaskan bahwa awal dari pihaknya membesut animasi 3 dimensi karena sebuah ide. Padahal awalnya ia hanya ingin memasarkan sebuah produk karikatur tokoh hero dengan sebuah video.

“Ternyata videonya rame di YouTube, bahkan sampai diiklankan oleh orang lain,” akunya.

Di satu sisi, para peserta setelah melihat berbagai tayangan yang diunggah ke YouTube membuat mereka tergugah untuk melakukan hal yang sama. Seperti yang diakui Anisa Nur Aulia, siswi kelasa 10 SMAN 5 Surabaya.

“Seru melihatnya dan jarang-jarang kami melihat ini di sekolah. Saya juga ingin membuat video seperti itu. Tapi genrenya mirip video clip sebuah lagu gitu, kan sekarang itu sedang tren di YouTube,” tambahnya. (wh)