Pakar Migas Berkumpul di Surabaya Bahas Kedaulatan Energi Indonesia

Pakar Migas Berkumpul di Surabaya Bahas Kedaulatan Energi Indonesia

Pakar migas Indonesia berkumpul di Surabaya untuk membahas kondisi tata kelola migas yang ada di Indonesia. Pembahasan ini berkaitan dengan Undang Undang Nomor 22/2001 yang oleh keputusan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2012 harus direvisi, namun hingga kini revisi itu masih belum terjadi.

Pakar migas tersebut adalah Andang Bachtiar (Anggota Dewan Energi Nasional), Marwan Batubara (Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies), Wisnuntoro (Corporate Secretary PT. Pertamina), dan juga Prof. Mukhtasor (Guru Besar Teknik Kelautan ITS dan anggota Dewan Energi Nasional periode 2009-2014).

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ITS (BEM ITS) dan Society of Petroleum Engineer ITS (SPE ITS SC) ini berbentuk Seminar Nasional yang bertempat di ruang sidang Gedung Rektorat ITS pada Sabtu (3/11/2016) mendatang.

Dengan bertemakan “Revisi Undang-Undang Migas Untuk Kedaulatan Energi Indonesia”. Tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk kembali memanaskan masyarakat Indonesia terkait Revisi Undang-Undang Migas Nomor 22 tahun 2001 tentang tata kelola migas agar segera direvisi dan juga sekaligus mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk peduli terhadap kedaulatan Indonesia di bidang energi.

Berbagai macam harapan mulai bermunculan, diantaranya adalah harapan dari Novangga Ilmawan selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS. Ia berujar agar tata kelola migas bisa sesuai dengan UUD 1945 yang dijabarkan pada pasal 33 ayat 3 yakni Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dengan melihat kondisi saat ini yang sampai sekarang pun DPR belum ada kemajuan untuk mengatur regulasi tata kelola migas di Indonesia, sudah saatnya kita mengambil peran untuk memberikan solusi. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa kami rasa akan menghasilkan tata kelola migas yang lebih baik untuk Indonesia dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” terang dia.

Tanggapan lainnya pun muncul dari kalangan mahasiwa yang bergerak di bidang organisasi keprofesian migas Lukas R. Paembong selaku Presiden SPE ITS SC, mengatakan, jika semua kalangan memiliki benang merah dengan setiap perubahan yang terjadi pada sistem pengelolahan energi di Indonesia.