Pakai Produk Lokal Bisa Tingkatkan Ekonomi Bangsa

Pakai Produk Lokal Bisa Tingkatkan Ekonomi Bangsa
Alim Markus menghadiri peresmian Gedung Untag Student and Entrepreneurship Center. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Generasi muda atau mahasiswa seharusnya bangga dengan berbagai produk-produk yang dihasilkan bangsa Indonesia. Dengan memakai produk sendiri akan mampu meningkatkan perekonomian bangsa. Peran dunia pendidikan sendiri diharapkan harus bisa membentuk karakter generasi muda untuk dapat menjadi pengusaha yang bisa kuat menghadapi tekanan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Direktur PT. Maspion, Alim Markus, saat menjadi pembicara dalam peresmian Gedung Untag Student and Entrepreneurship Center, Senin (18/1/2016).

“Generasi muda harus mampu menjawab tantangan ekonomi sekarang dan masa depan. Jangan hanya mau menjadi penonton saja dalam persaingan bebas di era pasar global ini,” tegas Alim Markus yang terkenal dengan jargon “Cintailah produk-produk Indonesia!” tersebut.

Menurut dia, persaingan bebas di pasar global memang mengharuskan pelakunya memiliki persiapan matang agar tidak hanya menjadi penonton saja. Para generasi muda harus mampu mengembangkan kemampuan diri dan keterampilan mereka agar mampu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu berkiprah di dunia internasional.

Diharapkan juga, dukungan dari pemerintah bagi generasi muda sebagai pelaku ekonomi dapat membuat semuanya berjalan. Jika tidak dapat saling mendukung, dikhawatirkan maka pelaku ekonomi dan generasi muda ditengah ekonomi global hanya akan menjadi komoditas semata.

“Yang harus bisa dilaksanakan janganlah hanya menjadi penonton tetapi jadilah pelaku utama. Banyak kesempatan yang bisa dikembangkan oleh generasi muda disini,” tuturnya.

Ia berharap, generasi muda yang terjun sebagai pelaku bisnis di pasar global maka jangan hanya sekadar memahami supply and demand, tetapi sejumlah persyaratan juga  harus dipenuhi. Mulai dari strandar baku mutu sampai dengan standar produk harus terukur, agar persaingan di pasar global bisa dikuti.

“Ekonomi tidak sebatas pada sekadar permintaan dan ketersediaan produk saja. Lebih dari itu. Persoalan-persoalan lain, misalnya kebijakan pemerintah juga berpengaruh pada kajian-kajian ekonomi,” tandasnya.

Selain Alim Markus hadir juga Gubernur Jatim Soekarwo yang meminta pelaku pendidikan untuk mengembangkan sekolah vokasi. Ke depan, Pemprov Jatim akan meningkatkan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Jatim. Tahun 2014 lalu, SMK di Jatim mampu menghasilkan 24.300 tenaga kerja yang dapat mendukung sektor industri di Jatim. (wh)